Berita Viral
Gubernur Herman Deru Geram Warga Diminta Bayar Rp50 Ribu Lewat Jembatan: Bolak-balik Rp100 Ribu
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru geram warga diminta bayar Rp500 ribu saat mau lewati jembatan
TRIBUN-MEDAN.COM – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru geram warga diminta bayar Rp500 ribu saat mau lewati jembatan.
Adapun Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru kesal saat warga disuruh bayar Rp50 ribu jika ingin lewati jembatan.
Herman Deru dibuat kesal dengan apa yang dikeluhkan warga terkait Jembatan Air Sugihan, penghubung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin, Sumatera Selatan.
Di mana warga mengeluh harus membayar Rp 50.000 saat melintas di jembatan tersebut.
Video keluhan warga itu viral di media sosial setelah diunggah akun Facebook @Kelampung Yuk.
Video itu memperlihatkan seorang pengemudi mobil mengaku diminta membayar Rp 50.000 untuk sekali melintas.
Dalam rekaman itu juga terlihat sejumlah warga berjualan di atas jembatan yang seharusnya steril dari aktivitas.
Baca juga: VIRAL Pendakwah Gus Miftah Puja-puji Kerberhasilan Diplomasi Prabowo Buka Jalur di Selat Hormuz
“Sekali naik jembatan ini Rp 50.000. Kalau bolak-balik sandalnya ketinggalan Rp 100.000,” ujar perekam dalam video tersebut, dilansir dari Kompas.com.
Terkait hal itu Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengaku geram dan langsung memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan guna menghentikan praktik pungutan liar (pungli) tersebut.
“Itu tidak boleh.
Semalam saya sudah perintahkan Sekda koordinasi dengan petugas keamanan.
Tidak boleh itu, itu bukan jembatan berbayar,” tegas Herman Deru, Kamis (16/4/2026).
Jembatan Air Sugihan sepanjang 260 meter itu dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan diresmikan pada Agustus 2023.
Pembangunan jembatan tersebut bertujuan mempermudah akses masyarakat antara Banyuasin dan OKI yang sebelumnya terkendala biaya transportasi.
“Itu jembatan dibangun untuk menghubungkan OKI dan Banyuasin yang selama ini menjadi keluhan karena mahalnya transportasi. Itu bukan jembatan berbayar,” jelasnya.
Selain praktik pungli, Gubernur juga menyoroti keberadaan pedagang yang beraktivitas di atas jembatan.
Baca juga: Cerita di Balik Perjalanan, Handy Luo Travel Content Creator Medan, Angkat Sisi Unik Tiap Destinasi
Ia meminta pemerintah daerah setempat segera menata agar aktivitas tersebut tidak mengganggu fungsi dan keselamatan pengguna jalan.
“Kalau soal pedagang itu harus ditata, tidak harus berjualan di atas jembatan,” pungkasnya.
Lantas, siapa sosok Herman Deru?
Herman Deru mengawali kariernya dari aparatus sipil negara (ASN) di Pemerintah Daerah Sumatera Selatan.
Perlahan tapi pasti, Herman Deru merasakan berbagai jabatan selama menjadi ASN.
Perjalanan politik Herman Deru juga tidak semulus kariernya sebagai birokrat.
Herman Delu bahkan pernah kalah saat mencalonkan diri sebagai Bupatei Ogan Komering Ulu (OKU) pada tahun 1999.
Dikutip dari TribunBatam, Herman Deru lahir di Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan pada 17 November 1967.
Saat ini, ia telah berusia 59 tahun.
Herman Deru memiliki istri yang bernama Febrita Lustia dan dikaruniai empat buah hati, bernama Percha Leanpuri, Samantha Tivani, Leony Marezza Putri, dan Ratu Tenny Leriva.
*/TRIBUN-MEDAN.COM
Artikel ini sudah tayang di Tribunjatim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/GUBERNUR-SUMSEL-GERAM-Gubernur-Sumatera-Selatan-Herman-Deru-geram-warga.jpg)