Berita Viral
Berbanding Jauh Gaya Idja Satpol PP Bogor Penggadai SK Anak Buah, Para Korban Kini Hidup Susah
Berbanding jauh gaya Idja Djajuli Satpol PP Kota Bogor yang gadai SK anak buahnya dengan dalih kepentingan kantor ternyata dipakai untuk
TRIBUN-MEDAN.COM – Berbanding jauh gaya Idja Djajuli Satpol PP Kota Bogor yang gadai SK anak buahnya.
Idja meminjam SK anggota untuk digadai ke Bank Kota Bogor, BJB, koperasi, sampai pinjaman online (pinjol) dengan dalih untuk kepentingan kantor.
Namun diduga uang tersebut ia pakai untuk kepentingan pribadi.
Idja tak bertanggung jawab membayar cicilan hutang hingga harus ditanggung oleh para korban.
Kini kehidupan mantan Kasubag Keuangan Satpol PP Kota Bogor Idja Djajuli ternyata berbanding jauh dengan anggota yang SK-nya dia gadai.
Anggota yang menjadi korban, hidup keterbatasan.
Baca juga: Sudah Dilanggar Gencatan Senjata 10 Hari Israel-Lebanon, Ada Tembakan Sporadis ke Warga Desa
Bahkan mereka tinggal di rumah yang sangat sederhana.
Sementara Idja hidup dengan gaya hedon.
Istri seorang anggota Satpol PP Kota Bogor Jatnika, Desi Hartati bercerita bahwa akibat cicilan tersebut kini hidupnya kekurangan.
Sebab uang yang dipakai membayar cicilan harusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Ini anak saya yang kecil sampai berhenti sekolah, gak ada uang buat ongkos, buat makan aja susah," kata Desi pada TribunnewsBogor.com.
SK suaminya digadai Rp 100 juta ke Bank Kota Bogor dengan cicilan Rp 2.080.000.
Kini sisa hutang ke bank berkisar Rp 75 juta.
Desi dan keluarganya tinggal di rumah sangat sederhana bercat pink di kawasan Bogor.
Kehidupan Jatnika sebagai anggota, berbeda jauh dengan Idja Djajuli.
Seorang anggota lain yang juga menjadi korban, Asep Saefullah mengatakan Idja memiliki gaya hidup yang hedon.
Baca juga: Usai Bahlil Ngaku Dapat Minyak dari Rusia, Dubes Pastikan Tak Ada Diskon: Harga Bisa Lebih Tinggi
"Kalau yang saya tahu, pak Idja itu mungkin ada juga buat untuk gaya hidup dia, terlalu hedon. Kepentingan dia terlalu hedon," kata Asep.
Ia bahkan tinggal di perumahan wilayah Cimanggu, Kota Bogor.
"Sampai rumahnya juga kan luas," katanya.
Jadi, SK itu memang digadai secara sadar oleh para pemiliki ke bank.
Bank memotong gaji dan tunjangan secara otomatis setiap bulannya.
Lalu biasanya Idja membayar secara mandiri ke setiap pemilik SK.
Namun kini pembayaran tersebut tidak lagi berjalan.
"Pada saat itu tiap bulan lancar bayar ke kamu ke semua anggota, awal-awalnya lancar.
Namun setelah ke sininya, tidak ada bahasa dari pak Idja itu.
Kami telepon tidak diangkat, kami WA tidak dibalas. Saya kan harus mencukupi kebutuhan anak dan istri," pungkasnya.
*/TRIBUN-MEDAN.COM
Artikel ini telah tayang di Tribunnewsbogor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Skandal-Kasubbag-Satpol-pp.jpg)