Kasus Korupsi
Duduk Perkara KPK Sita 6 Barang Eletronik Faizal Assegaf dari Bea Cukai, Aktivis Ngadu ke Polisi
Duduk perkara penyitaan sejumlah barang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Faizal Assegaf.
TRIBUN-MEDAN.com - Duduk perkara penyitaan sejumlah barang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Faizal Assegaf.
Aktivis tersebut kemudian membuat pelaporan ke polisi.
Aktivis 98 yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf, melaporkan Juri Bicara (Jubir) KPK Budi Prasetyo ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran berita fitnah dan kebohongan publik.
Baca juga: KRONOLOGI Awal 4 Oknum Polisi Ngamuk di Medan, Pamer Senjata Api Hajar Tukang Pangkas
KPK menegaskan bahwa tindakan penyitaan sejumlah barang dari Faizal murni merupakan bagian dari proses penyidikan guna mengungkap aliran dana dan fasilitas dalam kasus dugaan suap importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pemeriksaan Faizal Assegaf dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri ditujukan untuk mendalami dugaan penerimaan barang dari salah satu tersangka utama, yakni mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC, Rizal (RZ).
Baca juga: Preman Ormas Ngamuk Sasar Pedagang di Sunggal, Ancam Bakar Gara-gara tak Setor 250 Ribu
Budi membeberkan bahwa penyitaan dilakukan setelah adanya pengakuan langsung dari pihak yang diperiksa.
"Terkait dengan pemeriksaan dugaan penerimaan barang atau fasilitas oleh yang bersangkutan, kemudian itu juga sudah diakui kepada penyidik oleh yang bersangkutan dan atas barang-barang yang diterima oleh yang bersangkutan itu pun juga sudah disita oleh penyidik," kata Budi dalam keterangannya pada Selasa (14/4/2026).
Penyidik lembaga antirasuah tersebut menyita sedikitnya enam unit barang elektronik dari Faizal.
Rencananya, KPK akan memperlihatkan rincian barang bukti tersebut kepada publik dalam waktu dekat untuk menjaga transparansi penanganan perkara.
Menurut Budi, penyitaan ini didasarkan pada informasi awal yang kuat bahwa barang-barang tersebut memiliki keterkaitan erat dengan tindak pidana korupsi yang bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada awal Februari 2026 lalu.
Menanggapi keberatan Faizal yang berujung pada pelaporan ke SPKT Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran berita fitnah, pihak KPK memilih untuk menghormati langkah hukum tersebut.
Budi menyatakan bahwa penyampaian informasi penyitaan kepada publik adalah wujud akuntabilitas institusi.
"Terkait dengan pelaporan itu, yang pertama kami tentu menghormati sebagai hak konstitusi seorang warga negara dan kami KPK juga meyakini, kawan-kawan di Polda pasti akan secara objektif, akan secara profesional dan presisi melihat pelaporan tersebut," tegas Budi.
Ia juga memastikan bahwa seluruh proses pemanggilan, pemeriksaan, hingga penyitaan memandang tidak ada masalah secara hukum karena tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Pengakuan Faizal Assegaf
Di sisi lain, Faizal Assegaf secara terbuka mengakui telah menerima sejumlah alat elektronik berupa komputer, perangkat Wi-Fi, hingga mikrofon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jubir-KPK-Budi.jpg)