Berita Viral

Tabiat Noval Suami Bunuh Istri di Minahasa, Istri Kedua Dihabisi dalam Kondisi Hamil

Bahkan, pada malam sebelum peristiwa, korban dan pelaku sempat berkunjung ke rumah keluarga dalam kondisi normal.

TRIBUN MEDAN/TribunManado
BUNUH ISTRI - Foto semasa hidup korban pembunuhan di Desa Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Noval tega membunuh istrinya yang tengah hamil. 

TRIBUN-MEDAN.com - Terkuak tabiat Noval, pria asal Ratatotok, Minahasa Tenggara yang tega membunuh istri keduanya Zahra Lantong (17)  ternyata dikenal temperamen.

Hal itu diketahui karena ternyata pelaku pisah dari istri pertama karena sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Hingga menyebabkan Noval dan istri pertamanya cerai karena kabur dari rumah.

Kekerasan yang dilakukan Noval hingga menyebabkan istri keduanya tewas menyisakan kisah tragis karena kondisi korban tengah hamil.

Insiden suami bunuh istri ini terjadi pada Minggu (12/4/2026) di Ratatotok.

Korban diketahui bernama Zahra Lantong (17) warga Desa Buyat Satu, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Kasatreskrim Polres Minahasa Tenggara, Lutfi Arinugraha Pratama, membenarkan informasi mengenai insiden tersebut.

Ia menyatakan pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku dan kini tengah melakukan proses hukum lebih lanjut.

"Iya betul. Tersangkanya sudah ditangkap," terang dia saat dikonfirmasi, dikutip dari TribunManado, Senin (13/4/2026).

Pihak kepolisian juga masih mendalami motif di balik tindakan pelaku yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri yang sedang hamil.

"Untuk motif, tengah kami dalami," tutur dia.

Berdasarkan keterangan ibu korban, pelaku ternyata telah dua kali menikah.

Pernikahan dengan Zahra merupakan yang kedua.

"Pelaku ini sudah dua kali menikah. Yang kedua ini adalah dengan anak saya," ungkap ibu korban saat ditemui, Senin (13/4/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam pernikahan sebelumnya, pelaku diduga kerap melakukan penganiayaan terhadap istri pertamanya hingga berujung perceraian.

"Istri pertama lari karena sering dianiaya," ungkapnya.

Firasat Buruk

Keluarga korban mengaku tidak memiliki firasat buruk sebelum kejadian.

Bahkan, pada malam sebelum peristiwa, korban dan pelaku sempat berkunjung ke rumah keluarga dalam kondisi normal.

"Tidak ada prasangka buruk sama sekali. Karena mereka pulang dari sini dalam keadaan baik-baik," tuturnya.

Pihak keluarga berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.

"Kami berharap pelaku bisa dihukum paling berat," tegasnya.

Dari keterangan keluarga, Zahra diketahui memiliki kondisi kesehatan khusus sejak kecil.

Ia mengalami hidrosefalus yang menyebabkan keterlambatan perkembangan, meski telah rutin menjalani pengobatan.

Korban hanya sempat mengenyam pendidikan hingga kelas enam sekolah dasar.

Meski demikian, ia tumbuh dewasa dan membangun rumah tangga bersama pelaku.

Sementara itu, kakek korban, Hafid Dolo (54), mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban dan pelaku sempat datang ke rumahnya sekitar pukul 21.00 WITA. Ia melihat keduanya tengah berselisih.

"Waktu di rumah saya mereka berdua memang seperti sedang berselisih paham," ujarnya.

Sekitar pukul 22.00 WITA, keduanya meninggalkan rumah tanpa berpamitan seperti biasanya.

Tak lama kemudian, keluarga menerima kabar korban telah berada di rumah sakit.

"Awalnya saya pikir hanya bermasalah dengan warga di sana, tapi ternyata sudah meninggal," katanya.

Setelah kejadian, pelaku sempat menyerahkan diri ke pihak kepolisian dan kini telah diamankan di Polres Minahasa Tenggara.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved