Berita Viral

Hari Ketiga Pencarian Christoper yang Tenggelam di Danau Toba, Belum Ditemukan

Sebelumnya, pada hari kedua pencarian, orangtua korban ikut memantau langsung proses pencarian bersama tim SAR.

Editor: AbdiTumanggor
Instagram @anaktao_trip
PEMANDANGAN INDAH- Air Terjun Situmurun di Danau Toba menyuguhkan pemandangan yang indah dan menawan. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Hingga hari ketiga pencarian, Senin (13/4/2026), tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap Christoper.

Sebelumnya, Christoper Rustam (21), hilang tenggelam di Air Terjun Situmurun, Danau Toba, Sumatera Utara, Sabtu (12/4/2026).

Peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WIB saat Christoper bersama 59 rekannya dan pendamping dari kampus, R.D Ngadiono, datang untuk berekreasi menggunakan Kapal Penumpang KM Sibole-Bole 01 Silima Lombu.

Setibanya di lokasi, Christoper bersama teman-temannya berenang di sekitar jatuhan Air Terjun Situmurun.

Sekitar 20 menit kemudian, korban mengalami kram kaki hingga tenggelam.

"Melihat hal itu (teman korban) langsung cepat mengambil pelampung dari kapal dan berenang menghampiri korban, namun korban sudah tidak terlihat lagi. Setelah dilakukan pencarian korban belum ditemukan," ujar pihak Humas Polres Toba, Khairuddin dalam keterangan sebelumnya.

FRATER TENGGELAM - Korban tenggelam berinisial CR (21) masih dalam pencarian hingga hari ini, Minggu (12/4/2026). Ibu korban yang ditemani rombongan suster menangis sejadi-jadinya dan histeris.
FRATER TENGGELAM - Korban tenggelam berinisial CR (21) masih dalam pencarian hingga hari ini, Minggu (12/4/2026). Ibu korban yang ditemani rombongan suster menangis sejadi-jadinya dan histeris. (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Tim gabungan dari Polsek Lumban Julu dan Basarnas Ajibata langsung melakukan pencarian dengan kapal dan penyelam, termasuk alat pendeteksi tubuh di dalam air.

"Tim penyelam Basarnas bahkan telah mencapai kedalaman hingga 40 meter. Namun, kondisi dasar danau yang belum terjangkau serta visibilitas yang terbatas menjadi kendala utama dalam proses pencarian," tutur Khairuddin.

Pada hari kedua pencarian, orangtua korban ikut memantau langsung proses pencarian bersama tim SAR.

Mereka memanggil-manggil nama Christoper di tepi danau, berharap ada tanda-tanda keberadaan anaknya.

"Keluarga korban turut hadir di lokasi menggunakan kapal Polairud Parapat. Momen haru terlihat ketika orang tua korban memanggil nama anaknya di tepi danau, berharap ada tanda-tanda keberadaan sang buah hati," kata Khairuddin, Senin (13/4/2026). 

Selain keluarga, pihak kampus juga menggelar doa bersama di sekitar lokasi kejadian. 

"Romo dan Suster dari Fakultas Filsafat UNIKA St Medan menggelar misa dan doa bersama, memohon agar korban segera ditemukan. Doa tersebut menjadi harapan bagi keluarga dan tim pencari yang terus berjuang di tengah keterbatasan," katanya.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor Hilang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Baca juga: Hari Ketiga Pencarian Frater Christopher yang Tenggelam di Kawasan Air Terjun Situmurun Danau Toba

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved