Berita Viral
Polemik Rombongan Pejabat di Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik, Dua Polisi yang Mengawal Diperiksa Propam
Kejadian yang viral di media sosial ini memicu kemarahan warganet karena dianggap mengabaikan keselamatan publik demi kepentingan pribadi.
TRIBUN-MEDAN.COM – Jalur ekstrem Sitinjau Lauik kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini bukan karena kecelakaan, melainkan aksi rombongan pejabat yang berhenti di tengah jalan untuk berfoto di tikungan tajam Panorama I.
Kejadian yang viral di media sosial ini memicu kemarahan warganet karena dianggap mengabaikan keselamatan publik demi kepentingan pribadi.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah kendaraan mewah dengan pengawalan mobil patroli polisi berhenti di badan jalan tanjakan Panorama I.
Akibatnya, arus lalu lintas terganggu, truk dan bus dari kedua arah terpaksa mengantre panjang.
Belakangan diketahui, rombongan tersebut termasuk mantan anggota DPR RI dari fraksi PDI-P, Arteria Dahlan, yang sedang melakukan kunjungan kerja dan penyaluran bantuan sosial.
Kasat Lantas Polres Solok Kota, Iptu Akbar Tanjung, menyatakan bahwa dua personel polisi yang melakukan pengawalan, Briptu SAN dan Bripda SA, kini tengah diperiksa oleh Propam.
Ia menegaskan bahwa sanksi tegas akan diberikan jika terbukti ada pelanggaran SOP.
“Diskresi pengawalan tidak boleh mengabaikan keselamatan jalan raya,” tegas Akbar.
Sitinjau Lauik: Jalur Ekstrem dengan Sejarah Panjang
Sitinjau Lauik adalah ruas jalan lintas nasional yang menghubungkan Kota Padang, Arosuka, dan Solok.
Dibangun sekitar tahun 1900-an, jalur ini awalnya berfungsi untuk mengangkut hasil bumi dari pedalaman ke pelabuhan di Padang.
Nama “Sitinjau Lauik” berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti “melihat laut”, karena dari ketinggian sekitar 220 mdpl, pengendara dapat menikmati panorama Pantai Barat Padang.
Namun, keindahan itu dibarengi dengan tantangan ekstrem:
- Kemiringan tajam: Panorama I memiliki kontur berbentuk huruf “U” dengan kemiringan mencapai 45°.
- Titik buta: Tikungan tajam menyulitkan pengemudi truk dan bus melihat kendaraan dari arah berlawanan.
- Rawan kecelakaan: Rem blong, muatan berlebih, kesalahan pengemudi, dan kondisi jalan licin saat hujan menjadi penyebab utama insiden.
Kepala BPTD Wilayah III Sumbar, Deny Kusdyana, menegaskan bahwa jalur ini bukan sekadar menikung, tetapi juga menanjak, sehingga membutuhkan keterampilan ekstra dari pengendara.
| KRONOLOGI Mahasiswi FDA Ditemukan Meninggal Dunia Tidak Wajar di Kamar Kosnya di Momen Wisuda |
|
|---|
| Prabowo Subianto Disebut Anti Kritik, Usman Hamid Singgung Pernyataan Seskab soal Inflasi Pengamat |
|
|---|
| Krisis Selat Hormuz: AS Terapkan Blokade, Iran dan Saudi Bereaksi |
|
|---|
| CURHAT Nina Saleha Bayinya Nyaris Tertukar, Perawat RS Hasan Sadikin tak Menemuinya, Kini Ogah Damai |
|
|---|
| SOSOK Anggota DPRD Sumut Inisial TS Disorot, Diduga Terlibat Penutupan Akses ke Gereja Oikoumene USU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Foto-di-Tikungan-Sitinjau-Lauik.jpg)