Berita Viral
Prabowo Subianto Disebut Anti Kritik, Usman Hamid Singgung Pernyataan Seskab soal Inflasi Pengamat
Usman Hamid mengatakan, pernyataan Teddy justru menguatkan kesan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto antikritik.
TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto disebut antikritik.
Hal tersebut diungkap Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid.
Usman Hamid mengkaitkan, pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ihwal fenomena inflasi pengamat yang berkomentar tanpa data.
Usman mengatakan, pernyataan Teddy justru menguatkan kesan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto antikritik.
"Jadi sebaiknya pernyataan seperti yang disampaikan oleh Seskab Teddy Wijaya itu disudahi lah. Saya kira pernyataan semacam itu hanya memperkuat kesan sekali lagi bahwa pemerintah antikritik," kata Usman saat ditemui di sela forum group discussion (FGD) yang digelar Forum Intelektual Antardisiplin (FIAD) di Auditorium IMERI, Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Salemba, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
Terlebih pada bulan Maret lalu, Presiden Prabowo juga menyampaikan hal yang mirip-mirip yakni akan menertibkan para pengamat karena dipandang punya motif terselubung seperti memperjuangkan kepentingan asing dan mencari uang.
"Jadi pernyataan semacam itu hanya memperkuat kesan bahwa pemerintah antikritik. Apalagi pada bulan Maret yang lalu, Presiden Prabowo menyampaikan akan menertibkan para pengamat dengan penilaian bahwa para pengamat dianggap memiliki motif-motif yang tidak murni, dari mulai hanya karena kalah pemilu, demi mencari uang, atau membawa kepentingan asing," lanjutnya.
Usman menjelaskan, pernyataan Teddy sama sekali tidak kredibel karena para pengamat justru menjadi bagian penting dari aktor yang membantu pemerintah memahami kondisi di tengah masyarakat.
Sebab pengamat selama ini berperan memberi masukan kepada pemerintah soal realitas sosial, ekonomi, politik dan hukum secara objektif.
Di sisi lain, Usman menyebut bahwa laporan - laporan yang masuk ke Presiden Prabowo justru tidak berbasis data, dan manipulatif.
"Tanpa ada para pengamat, tidak mungkin pemerintah bisa memahami realitas sosial, ekonomi, politik, hukum secara objektif. Bahkan kalaupun ada data, cenderung manipulatif," kata dia.
Ia menegaskan pemerintah semestinya fokus mempersiapkan diri menghadapi krisis ekonomi yang sebentar lagi akan terjadi, ketimbang memberi pernyataan miring soal kerja - kerja pengamat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Usman-Hamid-ditemui-usai-Aksi-Kamisan.jpg)