Berita Viral

Krisis Selat Hormuz: AS Terapkan Blokade, Iran dan Saudi Bereaksi

Amerika Serikat melalui Komando Pusat (Centcom) mengumumkan akan memberlakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/WIKIMEDIA COMMONS
Amerika Serikat melalui Komando Pusat (Centcom) mengumumkan akan memberlakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari Iran mulai Senin (13/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Amerika Serikat melalui Komando Pusat (Centcom) mengumumkan akan memberlakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari Iran mulai Senin (13/4/2026).

Keputusan ini diambil setelah Presiden Donald Trump memerintahkan blokade Selat Hormuz, menyusul kegagalan mencapai kesepakatan damai dengan Iran terkait isu nuklir.

Blokade ini akan mencakup semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.

Centcom menegaskan bahwa kapal-kapal menuju pelabuhan non-Iran tetap bebas melintas, sehingga kebebasan navigasi internasional tidak sepenuhnya terganggu.

Namun, kapal yang berhubungan langsung dengan pelabuhan Iran akan dihentikan.

Dampak Ekonomi dan Strategi AS

Sekitar 50 persen pendapatan Iran berasal dari ekspor minyak dan gas.

Dengan adanya blokade, ekspor energi Iran diperkirakan akan tercekik.

Langkah ini dianggap sebagai strategi untuk menekan Teheran agar tidak menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar politik.

Beberapa analis menilai kebijakan Trump meniru strategi yang sebelumnya diterapkan terhadap Venezuela, yang berhasil menekan ekonomi negara tersebut.

Matthew Kroenig, mantan pejabat Pentagon, menyebut blokade ini sebagai cara untuk meningkatkan tekanan dan memaksa Iran menghadapi dilema sulit.

Kegagalan Diplomasi

Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan bahwa inti perselisihan dengan Iran adalah komitmen terhadap senjata nuklir.

Menurutnya, AS menginginkan jaminan jangka panjang bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir maupun teknologi pendukungnya.

Meski sempat ada harapan kesepakatan di Islamabad, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai AS bersikap maksimalis dan mengubah aturan main di detik-detik terakhir.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved