Berita Internasional

Iran Berhasil Pukul Mundur Kapal Perang AS dari Selat Hormuz, Hanya Kapal Sipil Diizinkan Lewat

IRGC juga menegaskan sikap tegasnya terhadap keberadaan kapal militer asing di wilayah tersebut.

media Pemerintah Iran IRNA P
PANGLIMA TERTINGGI IRGC - Foto ini diambil dari media Pemerintah Iran IRNA pada Jumat (13/6/2025) yang menampilkan Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami. Hossein Salami, dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan fasilitas nuklir dan instalasi militer Iran pada Jumat (13/6/2025) dini hari, waktu setempat. Profil dan sosok Mayor Jenderal Hossein Salami. 

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Setiap perkembangan di kawasan ini berpotensi memengaruhi perdagangan global dan harga energi.

Dengan adanya klaim dan bantahan dari kedua pihak, situasi di Selat Hormuz pun semakin memanas dan berisiko memperburuk ketidakpastian di pasar energi global.

Dalih Dubes Iran Kenapa Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melewati Selat Hormuz

Kapal-kapal yang belum bisa melewati Selat Hormuz masih harus melalui negosiasi dengan otoritas Iran karena ketegangan di kawasan belum mereda.

Hal ini disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat merespons pertanyaan terkait kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di jalur tersebut.

Ia berdalih, kapal-kapal yang hendak melewati Selat Hormuz harus negosiasi dulu dengan pihak petinggi keamanan Iran.

"Pada masa perang, ada beberapa protokol yang harus dilalui terkait kapal-kapal yang hendak melewati Selat Hormuz, di antaranya adalah negosiasi dengan pihak petinggi keamanan Republik Islam Iran," kata Boroujerdi dilansir dari Kompas.com, Minggu (12/4/2026). 

Ia menegaskan, seluruh negara tanpa terkecuali wajib mengikuti prosedur tersebut karena kondisi kawasan belum normal.

"Mengingat Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi yang biasa-biasa saja," ujarnya.

Dua Kapal Tanker Pertamina sampai Sekarang Masih Tertahan di Teluk Persia

Sebelumnya, Kamis (9/4/2026), menjelang negosiasi antara Iran dengan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menetapkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz dengan alasan risiko ranjau laut.

Namun demikian, pada Jumat (10/4/2026), Selat Hormuz belum dapat dibuka sepenuhnya karena semua ranjau laut yang dipasang saat perang belum dapat ditemukan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan bahwa Pemerintah Iran telah merespons positif permintaan Pemerintah Indonesia supaya kapal milik Pertamina dapat melintas dengan aman.

"Intinya kami mengupayakan agar kapal Pertamina bisa melintasi dari Selat Hormuz," ujar Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl, dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved