Berita Internasional
Iran Berhasil Pukul Mundur Kapal Perang AS dari Selat Hormuz, Hanya Kapal Sipil Diizinkan Lewat
IRGC juga menegaskan sikap tegasnya terhadap keberadaan kapal militer asing di wilayah tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Setiap perkembangan di kawasan ini berpotensi memengaruhi perdagangan global dan harga energi.
Dengan adanya klaim dan bantahan dari kedua pihak, situasi di Selat Hormuz pun semakin memanas dan berisiko memperburuk ketidakpastian di pasar energi global.
Dalih Dubes Iran Kenapa Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melewati Selat Hormuz
Kapal-kapal yang belum bisa melewati Selat Hormuz masih harus melalui negosiasi dengan otoritas Iran karena ketegangan di kawasan belum mereda.
Hal ini disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat merespons pertanyaan terkait kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di jalur tersebut.
Ia berdalih, kapal-kapal yang hendak melewati Selat Hormuz harus negosiasi dulu dengan pihak petinggi keamanan Iran.
"Pada masa perang, ada beberapa protokol yang harus dilalui terkait kapal-kapal yang hendak melewati Selat Hormuz, di antaranya adalah negosiasi dengan pihak petinggi keamanan Republik Islam Iran," kata Boroujerdi dilansir dari Kompas.com, Minggu (12/4/2026).
Ia menegaskan, seluruh negara tanpa terkecuali wajib mengikuti prosedur tersebut karena kondisi kawasan belum normal.
"Mengingat Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi yang biasa-biasa saja," ujarnya.
Dua Kapal Tanker Pertamina sampai Sekarang Masih Tertahan di Teluk Persia
Sebelumnya, Kamis (9/4/2026), menjelang negosiasi antara Iran dengan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menetapkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz dengan alasan risiko ranjau laut.
Namun demikian, pada Jumat (10/4/2026), Selat Hormuz belum dapat dibuka sepenuhnya karena semua ranjau laut yang dipasang saat perang belum dapat ditemukan.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan bahwa Pemerintah Iran telah merespons positif permintaan Pemerintah Indonesia supaya kapal milik Pertamina dapat melintas dengan aman.
"Intinya kami mengupayakan agar kapal Pertamina bisa melintasi dari Selat Hormuz," ujar Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl, dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
| 3 Poin Utama Penyebab Perundingan AS dan Iran Masih Buntu, Kini Gencatan Senjata Sampai Lebanon |
|
|---|
| Pengantin Batalkan Pernikahan Seminggu sebelum Acara, Calon Suami Kepergok Tidur dengan Wanita Lain |
|
|---|
| Istri Histeris setelah Pergoki Suaminya Selingkuh dengan Rekan Kerja |
|
|---|
| Ultimatum Iran, Presiden AS Donald Trump: Jika Negoisasi Gagal, Serangan Besar Siap Diluncurkan |
|
|---|
| Istri dan Selingkuhan Kepergok Berhubungan di Mobil, Suami Cedera saat Halangi Keduanya Kabur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PANGLIMA-TERTINGGI-IRGC.jpg)