Berita Internasional

Iran Berhasil Pukul Mundur Kapal Perang AS dari Selat Hormuz, Hanya Kapal Sipil Diizinkan Lewat

IRGC juga menegaskan sikap tegasnya terhadap keberadaan kapal militer asing di wilayah tersebut.

media Pemerintah Iran IRNA P
PANGLIMA TERTINGGI IRGC - Foto ini diambil dari media Pemerintah Iran IRNA pada Jumat (13/6/2025) yang menampilkan Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami. Hossein Salami, dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan fasilitas nuklir dan instalasi militer Iran pada Jumat (13/6/2025) dini hari, waktu setempat. Profil dan sosok Mayor Jenderal Hossein Salami. 

TRIBUN-MEDAN.com - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) baru saja merilis sebuah video momen kapal perusak milik Amerika Serikat mundur dari kawasan Selat Hormuz.

Video tersebut disebut direkam setelah kapal perang AS itu mendapat peringatan langsung dari angkatan laut Iran saat berada di perairan strategis tersebut.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu (12/4/2026), IRGC mengungkapkan bahwa insiden itu terjadi di bagian timur Selat Hormuz, yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.

Peristiwa ini pun semakin menegaskan tingginya tensi di kawasan tersebut, meski sebelumnya telah diumumkan gencatan senjata antara kedua negara.

IRGC juga menegaskan sikap tegasnya terhadap keberadaan kapal militer asing di wilayah tersebut.

“Setiap pergerakan kapal militer di Selat Hormuz akan ditangani secara keras,” demikian pernyataan resmi IRGC, dikutip dari Tasnim News Agency.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Iran tetap bersikap waspada dan tidak akan mentoleransi aktivitas militer asing di jalur perairan yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi global itu.

Hanya kapal sipil yang diizinkan melintas

Dalam keterangannya, IRGC juga menegaskan hanya kapal sipil yang diperbolehkan melintas di Selat Hormuz, itu pun dengan syarat tertentu.

Pernyataan ini sekaligus mempertegas posisi Iran yang mengklaim memiliki kendali atas jalur pelayaran tersebut di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Selain itu, Iran membantah laporan yang menyebut kapal-kapal militer Amerika telah melintasi selat tersebut.

Sebelumnya, dikutip dari Reuters, Komando Pusat militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengeklaim bahwa dua kapal perusak Angkatan Laut AS telah beroperasi di Selat Hormuz dalam rangka misi pembersihan ranjau laut.

Namun, klaim tersebut dibantah keras oleh pihak Iran.

Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya menyatakan laporan tentang kapal Amerika yang memasuki Selat Hormuz tidak benar.

“Klaim komandan CENTCOM mengenai pendekatan dan masuknya kapal Amerika ke Selat Hormuz dibantah keras,” ujarnya.

Pernyataan saling bantah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, terutama setelah konflik bersenjata yang berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved