Harga BBM
Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak, Kapan Pemerintah Naikkan Harga BBM? DPR Usulan JK tak Elok
Usulan kenaikan harga menimbulkan polemik. Namun pemerintah menahan kenaikan harga. Kapan pemerintah menaikkan harga
TRIBUN-MEDAN.com - Harga minyak mentah dunia merangkak naik ke kisaran 95 hingga 98 dolar AS per barel.
Usulan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menimbulkan polemik.
Namun pemerintah menahan kenaikan harga BBM.
Kapan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM)?
Baca juga: Update Bupati Tulungagung yang Diciduk Tadi Malam Tiba di Gedung KPK, Berikut Penjelasan KPK
Diketahui, dampak global Timur Tengah pasca-konflik Iran dan Amerika Serikat memberikan tekanan hebat pada harga minyak mentah dunia.
Baca juga: Sah, Eks Kadis PUPR Topan Ginting Terima Vonis 5 Tahun 6 Bulan, Kasus Korupsi Proyek Jalan di Sumut
Padahal, asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 Indonesia hanya mematok angka 70 dolar AS per barel.
Baca juga: Tanggapan Saiful Mujani Dipolisikan Usai Kritik Prabowo, Mahfud MD Bilang Keliru Disebut Makar
Selisih yang lebar ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah publik mengenai stabilitas harga BBM di dalam negeri?
Praktisi Migas yang juga Mantan Direktur Bahan Bakar Minyak BPH Migas, Erie Soedarmo membeberkan alasan mengapa hingga saat ini pemerintah Indonesia masih mampu menahan harga BBM bersubsidi agar tidak melonjak seperti negara tetangga.
Hal itu diungkapkan Erie Soedarmo saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
"Pemerintah sedang mengonsentrasikan bagaimana konsumen dengan subsidi yang paling besar ini bisa dipenuhi kebutuhannya," ujar Erie Soedarmo.
Menurut Erie, salah satu strategi utama pemerintah adalah memastikan pasokan untuk jenis Pertalite tetap aman selama 21 hari ke depan, meskipun biaya logistik melalui Selat Hormuz membengkak.
Di Filipina 27 Ribu
Ia membandingkan kondisi Indonesia dengan Filipina, di mana harga bensin per liter sudah menyentuh angka Rp 27 ribu karena minimnya cadangan energi nasional di negara tersebut.
"Filipina itu parah, mereka tidak punya cadangan dan sangat bergantung pada proksi trading.
Indonesia masih punya kilang yang memproduksi 650 ribu barel dari dalam negeri," jelasnya.
Meski demikian, Erie menekankan bahwa masyarakat harus tetap waspada dan mulai melakukan penghematan penggunaan energi secara mandiri di tengah ketidakpastian global ini.
| Sah, Eks Kadis PUPR Topan Ginting Terima Vonis 5 Tahun 6 Bulan, Kasus Korupsi Proyek Jalan di Sumut |
|
|---|
| Profil David O'Reilly, Mantan Pengembang di Rockstar Games yang Viral Setelah Komentari GTA VI |
|
|---|
| Update Bupati Tulungagung yang Diciduk Tadi Malam Tiba di Gedung KPK, Berikut Penjelasan KPK |
|
|---|
| Alasan Kebijakan Pemerintah Tidak Menaikkan Harga BBM, Padahal di Negara Lain Sudah Mahal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pertamina-umumkan-kenaikan-harga-BBM-per-1-Desember-2022_.jpg)