Tokoh Inspiratif
Profil Nyak Sandang, Patriotik Aceh Penyumbang Pembelian Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia
Teungku Nyak Sandang, tokoh patriotik asal Aceh penyumbang pembelian pesawat pertama RI meninggal dunia.
Ringkasan Berita:
- Nyak Sandang, tokoh patriotik asal Aceh penyumbang pembelian pesawat pertama RI meninggal dunia pada 7 April 2026
- Nyak Sandang meninggal dunia pada usia 99 tahun
- Pada Agustus 2025, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penghargaan Bintang Jasa Utama pada Nyak Sandang
- Ia merupakan tokoh penting, sekaligus contoh sosok sederhana yang rela mengorbankan harta demi kemerdekaan Indonesia
TRIBUN-MEDAN.COM,- Nyak Sandang, tokoh patriotik asal Aceh penyumbang pembelian pesawat pertama Republik Indonesia meninggal dunia pada 7 April 2026.
Nyak Sandang mengembuskan napas terakhirnya pada usia 99 tahun di Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, Aceh.
Camat Jaya, Syamsuddin mengabarkan, bahwa Nyak Sandang meninggal dunia sekira pukul 12.00 WIB.
Baca juga: Profil Siman Bahar, Tersangka KPK Crazy Rich Pontianak Meninggal Dunia di China
"Iya benar, Nyak Sandang (ayah) meninggal dunia siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB," kata Syamsuddin saat dikonfirmasi.
Kepergian Nyak Sandang meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh Jaya.
Sosoknya selama ini dikenal sebagai tokoh yang dihormati dan memiliki jasa besar dalam sejarah bangsa.
Baca juga: Profil Saripah Hanum Lubis, Politisi PDIP Mitra MBG Bebas Usai Menang Prapid dari Kapolres Pasid
Profil Nyak Sandang
Teungku Nyak Sandang adalah salah satu tokoh patriotik asal Aceh yang dikenal luas berkat perannya dalam membantu pembelian pesawat pertama Republik Indonesia.
Sosoknya menjadi bukti nyata bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya dilakukan oleh para pemimpin negara, tetapi juga oleh rakyat biasa yang rela berkorban demi tanah air.
Baca juga: Profil AKBP Wira Prayatna, Kapolres Padangsidimpuan yang Diprapidkan Politisi PDIP
Nyak Sandang wafat pada 7 April 2026 di usia 99 tahun, meninggalkan jejak sejarah yang begitu penting bagi bangsa Indonesia.
Lahir pada 4 Februari 1927 di Mukhan, Lambeuso, Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya, Teungku Nyak Sandang bin Lamudin tumbuh dari keluarga petani.
Meski berasal dari latar sederhana, rasa cinta tanah air yang kuat membuatnya aktif mendukung perjuangan kemerdekaan.
Baca juga: Profil KH Muhammad Shalahuddin A Warits atau Ra Mamak Suami Inayah Wahid
Pada Agustus 2025, ia dianugerahi Bintang Jasa Utama oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Pada momen tersebut, meski hadir dengan kursi roda, Nyak Sandang tetap menunjukkan keteguhan dan semangat yang tidak pernah padam.
Kontribusi terbesar Teungku Nyak Sandang terjadi pada tahun 1948, ketika ia masih berusia sekitar 21–23 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Nyak-Sandang-meninggal-dunia.jpg)