Breaking News

Berita Internasional

Heboh Penemuan Telur Dinosaurus Berusia 72 Juta Tahun, Benarkah Milik Titanosaurus dan Ankylosaurus?

Musée-Parc des Dinosaures de Mèze mengumumkan adanya penemuan telur dinosaurus berusia 72 tahun di Prancis selatan.

Editor: Array A Argus
FACEBOOK Musée Parc dinosaures de Mèze ( hérault )
TELUR DINOSAURUS- Musée-Parc des Dinosaures de Mèze, museum‑parke tematik (parc‑musée) yang berfokus pada dinosaurus dan geologi/paleontologi mengunggah foto penemuan fosil telur dinosaurus di Mèze, Hérault, Prancis selatan. 

Ringkasan Berita:
  • Musée-Parc des Dinosaures de Mèze, museum‑parke tematik (parc‑musée) mengumumkan adanya penemuan ratusan telur dinosaurus di Prancis selatan
  • Berdasarkan hasil penelitian sementara, bahwa telur dinosaurus yang ditemukan itu berusia ditaksir 72 juta tahun
  • Telur yang ditemukan itu tersusun bergerombol
  • Pihak terkait mengaitkan penemuan telur dinosaurus ini dengan Titanosaurus, Ankylosaurus atau theropoda dan ornithopoda

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Musée-Parc des Dinosaures de Mèze, museum‑parke tematik (parc‑musée) yang berfokus pada dinosaurus dan geologi/paleontologi mengumumkan adanya penemuan fosil telur dinosaurus.

Dalam unggahannya di Facebook, Direktur Kurator Museum, Alain Cabot, mengatakan bahwa susunan telur dinosaurus yang usianya ditaksir mencapai 72 tahun itu ditemukan di wilayah Hérault.

Penemuan ini sekaligus memberikan wawasan langka tentang perilaku reproduksi dinosaurus, lingkungan tempat mereka hidup, dan spesies yang pernah mendiami wilayah tersebut.

Baca juga: Wisata Alam Dino Land Purbalingga, Ada Dinosaurus di Ruang Terbuka

Penemuan 11 telur dinosaurus oleh seorang anak SD.
Penemuan 11 telur dinosaurus oleh seorang anak SD. (Unilad.co.uk)

Beberapa peneliti menduga, bahwa susunan telur dinosaurus ini ada kaitannya dengan Titanosaurus, Ankylosaurus atau theropoda dan ornithopoda.

Hal itu dapat dilihat dari masing-masing bentuk fosil telur dinosaurus yang ditemukan.

Platform berita bisnis dan keuangan India, Moneycontrol, melaporkan bahwa lebih dari 100 telur terlihat dalam beberapa minggu setelah tim mencapai lapisan horizontal yang kaya fosil, dan mencatat bahwa lapisan yang mengandung telur tersebut meluas melampaui parit saat ini.

Baca juga: Penemuan Fosil Dinosaurus yang Mati dalam Serangan Asteroid Sepanjang 12 Kilometer

Para peneliti percaya bahwa lingkungan purba membantu melestarikan sarang-sarang tersebut.

Moneycontrol menggambarkan wilayah tersebut sebagai dataran banjir yang dialiri sungai, tempat dinosaurus kemungkinan bersarang di lubang dangkal yang tertutup vegetasi; banjir berkala kemudian dengan cepat mengubur sarang-sarang tersebut di bawah sedimen, menyegel cangkang telur yang rapuh selama puluhan juta tahun.  

Mengenai dinosaurus mana yang bertelur, laporan menunjukkan bahwa beberapa spesies mungkin terwakili, seperti Titanosaurus, Ankylosaurus atau theropoda dan ornithopoda.

Baca juga: SERUNYA Bermain dengan Dinosaurus di Dino Land di Plaza Medan Fair, Berikut Harga Tiket Masuknya

Robert DePalma melakukan penelitian terhadap fosil dinosaurus yang dihantam batu dari luar angkasa selebar 12 kilometer yang menyebabkan kepunahan massal terakhir. Situs ini di Teluk Meksiko, di lepas pantai Semenanjung Yucatan. Lokasi itu 3.000 kilometer jauhnya dari situs Tanis. Situs fosil di Dakota Utara itu merupakan tempat penemuan yang bercampur aduk sisa-sisa hewan dan tumbuhan tampaknya tergulung bersama menjadi timbunan sedimen oleh gelombang air sungai yang diakibatkan getaran bumi yang tak terbayangkan dari hantaman asteroid jutaan tahun lalu.
Robert DePalma melakukan penelitian terhadap fosil dinosaurus yang dihantam batu dari luar angkasa selebar 12 kilometer yang menyebabkan kepunahan massal terakhir. Situs ini di Teluk Meksiko, di lepas pantai Semenanjung Yucatan. Lokasi itu 3.000 kilometer jauhnya dari situs Tanis. Situs fosil di Dakota Utara itu merupakan tempat penemuan yang bercampur aduk sisa-sisa hewan dan tumbuhan tampaknya tergulung bersama menjadi timbunan sedimen oleh gelombang air sungai yang diakibatkan getaran bumi yang tak terbayangkan dari hantaman asteroid jutaan tahun lalu. (BBC)

Sumber yang sama mengatakan bahwa banyak telur yang ditemukan di Mèze berbentuk bulat, dan bahwa penelitian sebelumnya mengidentifikasi telur kecil memanjang yang diklasifikasikan sebagai "oospecies" berbeda bernama Prismatoolithus caboti, yang digambarkan sebagai salah satu telur dinosaurus karnivora terkecil yang dilaporkan di seluruh dunia.

Prismatoolithus caboti adalah oospecies, yaitu jenis telur dinosaurus yang diklasifikasikan berdasarkan karakteristik cangkangnya, bukan spesies dinosaurus hidup.

Baca juga: Bermula dari Hobi Bikin Mainan, Iqbal Lulus SMK Punya Bisnis Robot Dinosaurus, Omzet Rp 200 Juta

Telur ini termasuk dalam famili Prismatoolithidae, ditemukan di formasi Cretaceous Akhir di Asia, khususnya China, dengan pola kristal prismatik unik yang menyerupai struktur sarang lebah.

Cangkang telur Prismatoolithus menunjukkan lapisan prismatik radial tebal dengan pori-pori linear, diameter sekitar 10-20 cm, dan sering ditemukan dalam sarang bergerombol.

Oospecies ini mirip telur dari dinosaurus theropoda atau ornithopoda, meski atribusi pastinya masih diperdebatkan karena kurangnya embrio di dalamnya.

Baca juga: Sinopsis Jurassic World: Rebirth, Munculnya Dinosaurus Buas yang Telah Mengalami Mutasi

Mengenal Titanosaurus, Ankylosaurus atau theropoda dan ornithopoda

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved