Berita Viral

Motif Pembunuhan Dewhinta Anggary, Pria Irak Cemburu Gara-gara Konten tak Pantas di Ponsel

Kepolisian mengungkap kasus pembunuhan yang dilakoni  FTJ, seorang warga Negara (WN) Irak.

|
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Youtube/Tribunnnews
PELAKU PEMBUNUHAN - Terduga pelaku pembunuhan Dewhinta Anggary, cucu dari seniman Mpok Nori adalah mantan suami siri korban, Warga Negara Asing (WNA) berinisial FD (35) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kepolisian mengungkap kasus pembunuhan yang dilakoni  FTJ, seorang warga Negara (WN) Irak.

Korban yang dibunuh yakni  istri sirinya, Dewhinta Anggary (DA),  cucu dari pelawak legendaris almarhumah Mpok Nori, 

Polisi juga mengungkap motif di balik aksi sadis FTJ.

Ternyata, rasa cemburu buta membuat pelaku gelap mata hingga nekat membawa kabur barang pribadi milik korban usai melakukan pembunuhan.

Korban tewas dengan luka sayat di leher.

Usai nyawa sang istri siri melayang, FTJ justru menggasak ponsel milik korban.

Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Fechy J. Ataupah, membeberkan alasan tersangka tetap memegang ponsel korban saat mencoba melarikan diri ke Sumatera.

Kepada penyidik, FTJ mengaku sangat yakin bahwa di dalam ponsel tersebut tersimpan bukti kuat pengkhianatan cinta sang istri siri.

"Alasan pelaku membawa ponsel korban karena menurut dia di situ ada bukti perselingkuhan si korban," ungkap AKP Fechy J. Ataupah di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/3/2026).

Tak hanya sekadar curiga, FTJ mengklaim ia sempat melihat adanya konten yang tidak pantas di ponsel sang istri sebelum kejadian maut tersebut.

"Katanya selain melihat tertangkap basah berdua sama pria lain, ada juga foto mesra katanya seperti itu," tambah Fechy.

Meskipun tersangka sangat berambisi menunjukkan bukti perselingkuhan tersebut kepada polisi guna membela diri, nyatanya polisi menemui kendala teknis.

Ponsel milik cucu Mpok Nori tersebut hingga kini masih terkunci. Polisi belum bisa memverifikasi apakah klaim tersangka soal "foto mesra" itu benar adanya atau hanya sekadar halusinasi cemburu pelaku.

"Cuma HP korban sampai saat ini belum kami buka karena tidak ada yang tahu password-nya," jelas AKP Fechy.

Kronologi

Api cemburu FTJ mulai membara sejak tanggal 20 Maret 2024.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved