Perang Pakistan vs Afghanistan

MOMEN Idul Fitri, Perang Pakistan vs Afghanistan Berhenti Sementara, Sepakat Gencatan Senjata 5 Hari

Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara pertempuran selama perayaan Idul Fitri

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN
Infografis Pakistan secara resmi mendeklarasikan "perang terbuka" terhadap pemerintahan Taliban di Afghanistan, Jumat (27/2/2026) dan perbandingan kekuatan militer kedua negara. Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara pertempuran selama perayaan Idul Fitri. (Tribunmedan.com) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara pertempuran selama perayaan Idul Fitri, setelah serangan paling mematikan dalam konflik terbaru di Kabul menewaskan ratusan orang awal pekan ini.

Pemerintah di Islamabad dan Kabul menyampaikan keputusan tersebut dalam pernyataan terpisah pada Rabu (18/3/2026). 

Arab Saudi, Qatar, dan Turkiye disebut meminta kedua negara menghentikan pertempuran selama akhir Ramadhan, dan permintaan itu disetujui kedua pihak. 

Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan meningkat sejak bulan lalu dengan intensitas serangan lintas batas yang semakin tinggi.

Pakistan menuduh otoritas Taliban melindungi kelompok ekstremis yang bertanggung jawab atas kekerasan di wilayahnya, tetapi tuduhan tersebut dibantah oleh Afghanistan. 

Serangan terbaru terjadi pada Senin (16/3/2026) malam ketika jet tempur Pakistan menggempur pusat rehabilitasi narkoba di Kabul.

Serangan tersebut memicu desakan baru dari berbagai pihak agar konflik segera dihentikan dan perundingan damai dimulai. 

Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar menyatakan, pemerintahnya menghentikan operasi militer selama 5 hari mulai Kamis (19/3/2026) hingga Senin (23/3/2026). 

Ia mengatakan bahwa keputusan itu diambil dengan itikad baik dan sesuai dengan norma-norma agama. 

Tarar juga memperingatkan bahwa operasi militer dapat kembali dilanjutkan jika terjadi serangan baru. 

“Jika terjadi serangan lintas batas, serangan drone, atau insiden teroris apa pun di dalam Pakistan, (operasi) akan segera dilanjutkan dengan intensitas yang diperbarui,” kata Tarar, dikutip dari kantor berita AFP. 

Di sisi lain, juru bicara Pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid menegaskan, Afghanistan akan tetap mempertahankan kedaulatannya. 

Ia menyampaikan bahwa membela Afghanistan merupakan kewajiban nasional, serta akan merespons setiap ancaman atau agresi. 

Situasi di Kabul Memprihatinkan 

Di tengah gencatan senjata sementara ini, situasi kemanusiaan di Kabul masih memprihatinkan. 

Otoritas Taliban melaporkan sekitar 400 orang tewas dan lebih dari 200 orang terluka akibat serangan awal pekan ini. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved