Berita Viral

Usai Bertemu Megawati, Presiden Prabowo Tutup Seribuan Dapur MBG hingga Malam Takbiran di Sumut

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Tangkapan layar Instagram @prabowo
Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026) siang. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka, Kamis (19/3/2026) siang kemarin. 

Pertemuan ini turut disampaikan Presiden Prabowo melalui Instagram. "Pada hari ke-29 bulan Ramadan menjelang Idulfitri 1447 H, saya menerima Presiden Ke-5 RI, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka," kata Prabowo melalui akun Instagram pribadinya @prabowo, Kamis (19/3/2026).

Pertemuan ini menjadi pertemuan keempat mereka, setelah Prabowo dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024 silam. Bahkan dalam dua pertemuan di antaranya, Prabowo dan Megawati menunjukkan kedekatan yang memang sudah terjalin sejak lama.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut, Megawati menceritakan bahwa momen tersebut merupakan pertemuan dua orang teman lama yang sudah lama tidak duduk bersama.

"Ibu Megawati menyampaikan kepada saya bahwa itu adalah pertemuan teman lama dan berlangsung secara akrab selama lebih dari 2 jam," kata Hasto dalam keterangannya dikutip dari Tribunnews, Kamis.

Menurut Hasto, kehadiran Puan mempertegas sinyal komunikasi politik yang cair antara kedua belah pihak di level tertinggi pemerintahan.

Meski dibalut dengan suasana kekeluargaan, Hasto tak menampik bahwa ada hal-hal strategis yang dibicarakan oleh kedua pemimpin tersebut.

Pertemuan dua jam itu nyatanya juga menjadi ruang diskusi serius mengenai persoalan bangsa, negara, hingga dinamika geopolitik global. "Dibahas hal-hal strategis tentang persoalan bangsa dan negara, serta berbagai persoalan geopolitik," ungkap Hasto.

Hasto menambahkan, dalam diskusi itu, Prabowo tampak menyerap pengalaman luas Megawati saat menjabat sebagai Presiden ke-5 RI, terutama saat membawa Indonesia keluar dari krisis multidimensional.

Prabowo dan Megawati mendiskusikan pentingnya sense of priority dan sense of urgency dalam pengambilan kebijakan negara. 

Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan melihat pertemuan ini sebagai manifestasi dari kultur bangsa Indonesia, yakni gotong royong. Menurutnya, dialog dan musyawarah antarpemimpin bangsa adalah hal yang sangat diperlukan demi kepentingan rakyat dan negara.

"Pertemuan antarpemimpin bangsa sebagaimana terjadi dengan Presiden Prabowo dan Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri selain sesuai dengan kultur bangsa untuk saling berdialog, juga ditujukan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," tandasnya.

Megawati Kritik Pelaksanaan Program MBG

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Meskipun menyatakan dukungan terhadap tujuan program, Megawati menyoroti anggaran per porsi sebesar Rp10.000, yang menurutnya tidak realistis untuk menghasilkan makanan bergizi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved