Berita Viral

JURNALIS Jadi Sasaran Rudal Israel Usai Tembaki Pasukan PBB di Lebanon

Usai Israel tembaki pasukan PBB di Lebanon, kini jurnalis asal Inggris nyaris tewas dirudal

|
Tangkapan layar
JURNALIS NYARIS DIRUDAL - Steve Sweeney, koresponden RT (Russian Today) asal Inggris yang bertugas di selatan Lebanon, mengalami luka setelah rudal Israel mendarat beberapa meter dari posisinya meliput. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Seorang jurnalis nyaris jadi sasaran rudal Israel.

Usai tembaki pasukan PBB di Lebanon, kini jurnalis asal Inggris nyaris tewas dirudal.

Jurnalis menjadi sasaran rudal Israel, menyusul pengakuan resmi pasukan tempur negara tersebut, atas serangan terhadap pasukan perdamaian PBB (UNIFIL).

Baru-baru ini, Steve Sweeney, Kepala Biro RT (Russian Today) asal Inggris yang bertugas di Lebanon, dilaporkan terluka setelah sebuah rudal Israel mendarat hanya beberapa meter dari posisinya meliput. 

Rekaman video yang telah diverifikasi menunjukkan detik-detik mencekam saat rudal menghantam tanah dan Sweeney segera merunduk di tengah hujan serpihan material ledakan. 

Steve dan juru kameranya lolos dari maut, disebut pihak media sebagai sebuah "keajaiban".

Baca juga: SERANGKAIAN Teror ke Kader PDIP, Palti Hutabarat, Dari Dua Paket hingga Kepala Anjing

Pemimpin Redaksi RT, Margarita Simonyan, melalui pernyataan resminya mengungkapkan bahwa sebuah pesawat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menembaki mobil yang membawa Steve saat mereka tengah menyeberangi sebuah jembatan di wilayah selatan Lebanon.

"Koresponden kami Steve Sweeney terluka oleh serangan Israel di Lebanon. Sebuah pesawat IDF menembaki kendaraan yang membawa Steve dan juru kameranya. Keduanya saat ini dalam keadaan sadar di rumah sakit, dan dokter sedang mendiagnosis sejauh mana kerusakan akibat serpihan misil," tulis Simonyan dikutip Deadline.

Baca juga: Sejumlah Pos Disiagakan di Toba Saat Libur Idul Fitri 2026, Berikut Lokasinya

Insiden yang menimpa jurnalis RT ini menambah daftar panjang kekeliruan target oleh militer Israel. 

IDF akhirnya mengakui bahwa tembakan tank mereka secara keliru menghantam posisi pasukan perdamaian PBB di selatan Lebanon pada 6 Maret lalu.

Dalam pernyataan resminya kepada Reuters, IDF berdalih bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap tembakan rudal anti-tank dari kelompok Hizbullah yang melukai dua tentara Israel.

Alih-alih mengenai musuh, tiga peluru tank 120-mm M339 justru menghantam pangkalan Al-Qawzah.

"Investigasi komprehensif menentukan bahwa tembakan yang mengenai personel UNIFIL dilakukan secara keliru oleh pasukan IDF yang salah mengidentifikasi pasukan UNIFIL sebagai sumber tembakan anti-tank," bunyi pernyataan resmi IDF, dikutip Times of Israel.

Akibat insiden tersebut, tiga tentara asal Ghana yang tergabung dalam misi perdamaian mengalami luka-luka.

Pihak IDF menyatakan penyesalan mendalam dan telah menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah Ghana serta PBB.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved