Berita Viral

Foto Menteri Pertahanan dan Panglima Dicoret Tinta Merah, Aksi Kasus Andrie di Depan Mabes TNI

KontraS Andrie Yunus oleh 4 terduga pelaku oknum anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS).

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Fahmi Ramadhan/Tribunnews.com
AKSI MAHASISWA - Massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan menggelar aksi di depan Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/3/2026). Aksi ini mereka gelar untuk merespons serangan brutal terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus penyerangan aktivis KontraS Andrie Yunus memicu aksi unjuk rasa.

DIketahui, aparat TNI telah mengungkap terduga pelaku oknum anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS).

Massa dari elemen Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar (Mabes) TNI, Jakarta Timur, Kamis (13/3/2026). 

Dalam aksi itu mereka menuntut salah satunya agar TNI transparan dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Pasalnya menurut mereka serangan terhadap Andrie merupakan kejahatan yang keji dan mencederai nilai kemanusiaan.

Sementara itu Berdasarkan pantauan wartawan Tribunnews.com Fahmi Ramadhan, massa dari BEM SI itu menggelar aksi di jalan Cilangkap Raya mengarah ke pintu 2 Mabes TNI.

Mereka terlihat tiba di lokasi aksi sekira pukul 17.27 WIB sore.

Para mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas itu terlihat mengenakan atribut almamater berbagai warna.

Selain itu mereka juga membawa beberapa foto bergambar Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsoedin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta dua kepala staf TNI yakni AL dan AU.

Namun foto para tokoh militer yang dibawa oleh massa BEM SI itu tampak dicoret menyilang dengan menggunakan tinta berwarna merah.

Tak hanya foto pejabat tinggi TNI, massa juga membawa poster bergambar Andrie Yunus dan poster berisikan seruan protes atas kasus yang menimpa aktivis KontraS tersebut.

Selain itu berdasarkan pengamatan, pada saat menggelar aksi, massa dari BEM SI juga sempat adu mulut dengan aparat berpakaian bebas yang berjaga di lokasi.

Aparat itu tampak mengimbau agar massa BEM SI tidak terlalu mendekat ke depan gerbang Mabes TNI karena merupakan objek vital negara.

Saat itu mahasiswa awalnya tetap bersikeras untuk bergerak lebih dekat dengan Mabes TNI.

Namun setelah dilakukan musyawarah alhasil pihak mahasiswa sepakat untuk tidak mendekat dan menggelar aksi dengan jarak sekira belasan meter dari depan gerbang Mabes TNI.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved