Berita Viral
6 Hari Polri Belum Bisa Tangkap Pelaku Penyerangan Andrie Yunus, Kapolri Minta Bersabar, TNI Respons
Sudah 6 hari, Polri belum bisa mengungkap kasus penyerangan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
TRIBUN-MEDAN.com - Sudah 6 hari, Polri belum bisa mengungkap kasus penyerangan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Sejauh ini, kepolisian sudah mengamankan 86 rekaman CCTV di wilayah Jakarta yang merekam jejak pelaku.
Belakangan diketahui eksekutor lapangan berjumlah empat orang.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan saat ini pihaknya masih mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut
Hal itu sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar kasus tersebut diusut secara tuntas.
"Kemarin bapak presiden sudah jelas memerintahkan kita harus mengusut tuntas, tentunya saat ini Polri sedang bekerja," kata Sigit kepada wartawan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).
Hasil penyidikan sementara, pihak kepolisian sudah mengantongi 86 rekaman CCTV di wilayah Jakarta yang merekam jejak pelaku yang belakangan diketahui berjumlah empat orang.
"Yang jelas tentunya kita tidak berhenti sampai di situ. Namun juga mencari sumber-sumber informasi, alat bukti lain, barang bukti lain yang kemudian semua kita satukan untuk betul-betul bisa membuat kasus ini menjadi terungkap, ataupun paling tidak menjadi terang benderang," ungkapnya.
Ia meminta agar seluruh elemen bersabar dan mempercayakan proses penyidikan yang tengah berjalan.
Sigit mengatakan nantinya proses penyidikan bakal dilakukan secara transparan dan profesional sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Saya kira saat ini seluruh anggota kami sedang bekerja dan mohon doanya untuk hasilnya bisa segera didapat," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya membenarkan kejadian tersebut usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.
"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," kata Dimas dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kapolri-mau-diganti.jpg)