OTT KPK di Pekalongan
14 Orang Diciduk KPK, Selain Bupati Fadia, Ada Sekda, Ajudan dan Orang Kepercayaan Bupati
14 orang yang diciduk tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam giat operasi tangkap tangan di Pekalongan,
TRIBUN-MEDAN.com - 14 orang yang diciduk tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam giat operasi tangkap tangan di Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026) dini hari.
3 orang di antaranya , termasuk Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sudah dibawa ke gedung KPK.
Tim penyidik KPK membawa 11 orang dari Pekalongan menuju Jakarta.
Rombongan yang disebut sebagai kloter kedua ini dibawa menggunakan bus menuju Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, guna menjalani pemeriksaan lanjutan secara intensif.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa 11 orang yang diamankan tersebut terdiri dari unsur aparatur sipil negara (ASN) dan pihak swasta.
"Dari 11 orang yang diamankan dan dibawa ke KPK tersebut, ada dari unsur ASN dan juga unsur swasta. Salah satunya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pekalongan," kata Budi di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026) malam.
Diketahui, sosok Sekda Pemkab Pekalongan yang turut diamankan tersebut adalah Mohammad Yulian Akbar.
Sebelumnya, kloter pertama tiba di gedung KPK yakni Bupati Fadia dkk.
Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa para pihak awalnya diamankan di wilayah Semarang sebelum akhirnya langsung diterbangkan ke Jakarta.
"Bahwa pada dini hari tadi tim mengamankan sejumlah tiga orang, salah satunya adalah bupati Pekalongan dan dua pihak lainnya yang merupakan orang kepercayaan dan juga ajudan dari bupati. Para pihak diamankan di wilayah Semarang," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).
Setibanya di Jakarta, rombongan tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 10.25 WIB menggunakan dua unit mobil.
Namun, kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut luput dari pantauan awak media yang menunggu di pintu utama.
Tim penyidik KPK menggiring Fadia beserta rombongannya masuk melalui jalur belakang atau area basement.
Langkah ini membuat awak media belum dapat melihat secara langsung para pihak yang dibawa, termasuk sosok dua orang ajudan dan orang kepercayaan yang disebut oleh juru bicara KPK.
Terkait konstruksi perkaranya, Budi menjelaskan bahwa penangkapan ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gedung-KPK-Merah-Putih-Jakarta.jpg)