Berita Viral

MEMANAS Natalius Pigai vs Guru Besar UGM Prof Zainal Arifin Mochtar, Nama Rosianna Silalahi Terseret

Menteri Hak Azasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Guru Besar UGM Prof Zainal Arifin Mochtar alias Uceng saling berbalas twit di media sosial X.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/KOLASE
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Guru Besar UGM Prof Zainal Arifin Mochtar alias Uceng saling berbalas twit di media sosial X 

TRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Guru Besar UGM Prof Zainal Arifin Mochtar alias Uceng saling berbalas twit di media sosial X.

Sebelum saling membalas pernyataan, Natalius Pigai lebih dulu mengunggah tangkapan layar postingan Uceng di media sosial pada Rabu (25/2/2026) pukul 13.47 WIB.

Dalam unggahan tersebut, Uceng menyinggung pernyataan Pigai yang mengaku telah mempelajari hak asasi manusia (HAM) sejak usia lima tahun dan tidak pernah keliru dalam memahami isu tersebut.

Uceng mengutip pemberitaan salah satu media nasional dan menyertakan refleksi berdasarkan kutipan Imam Al Ghazali tentang empat kategori manusia.

Berikut isi kutipan postingan Uceng tersebut:

Sy cuma mau kutipkan Imam Al Ghazali, bahwa ada 4 jenis manusia: 

Orang yang tahu dan dia tahu bahwa dia tahu, inilah yang harus jadi panutan.

Orang yang tahu tapi dia tidak tahu bahwa dia tahu, ini orang yang perlu disadarkan.

Orang yang tidak tahu dan dia tahu bahwa dia tidak tahu, ini orang awam yang merasa perlu belajar dan wajib diajari

Orang yang tidak tahu dan dia tidak tahu bahwa dia tidak tahu.

Orang jenis ini sesat dan menyesatkan, perlu dihindari. Kira-kira anda semua masuk yang mana?

Pernyataan itu langsung ditanggapi oleh Pigai.

Pigai menegaskan pemahamannya mengenai HAM terbentuk dari pengalaman hidup di tengah konflik bersenjata di Papua, termasuk situasi antara OPM dan TNI, yang menurutnya membuat ia merasakan langsung tipisnya jarak antara hidup dan mati.

"Di situlah saya mengerti nilai fundamental tentang Hak Asasi Manusia. Perjalanan hidup yang membentuk karakter dan integritas saya selama puluhan tahun sebagai pembela orang2 tertindas, pengungkap suara bagi mereka yang tak bersuara telah teruji dengan mengarungi badai dan gelombang, cacian, makian dan hinaan," balas Pigai di X. 

Uceng lalu merespons dengan menyatakan keinginannya belajar langsung dari Pigai serta mengajak berdiskusi dan mendebatkan berbagai kasus HAM di Indonesia yang dinilai telah dipahami oleh Pigai.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved