Berita Viral
SIAPA Memasukkan Nenek Wilhelmina di DTSEN Kemensos Berpenghasilan Rp3,5 Juta-Rp 4,8 Juta Per Bulan?
Kondisi Wilhelmina Nenu (78), warga Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat memprihatinkan.
TRIBUN-MEDAN.COM - Ternyata, nenek dari siswa SD yang bunuh diri di Ngada, terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) di Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kemensos RI.
Namun, sang nenek terdata di Desil 6. Pada umumnya dikategorikan sebagai kelompok masyarakat rentan hingga menengah ke atas.
Estimasi pendapatan rumah tangga di Desil 6 sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 4,8 juta atau lebih per bulan. Artinya, setara PNS, TNI dan Polri.
Siapa yang mendata awal si nenek hingga memasukkannya di kategori Desil 6?
Padahal kondisi nenek Wilhelmina Nenu (80), warga Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu sangat memprihatinkan.
Sebagaimana diketahui, nenek Wihelmina tinggal bersama mendiang cucunya YBS (10) di sebuah pondok.
Pondok itu berdinding bambu dan beratap seng.
Untuk bertahan hidup, keduanya mengandalkan hasil dari kebun dan jualan sayuran.
Wihelmina sangat terpukul setelah mengetahui sang cucu meninggal diduga bunuh diri di pohon cengkih depan pondok pada Kamis, 29 Januari 2026 lalu.
Di tengah kondisi ekonomi yang begitu sulit, Wihelmina tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah.
Kilah Kepala Desa
Kepala Desa Naruwolo, Dionisius Roa mengungkapkan, sejak jadi kades tiga tahun lalu pihaknya tidak pernah memberikan bantuan kepada Wihelmina.
Dia beralasan bahwa Wihelmina terdaftar dalam sistem sebagai salah satu penerima bantuan sosial (bansos).
"Setelah kami cek ternyata dia terdaftar sebagai penerima bansos," katanya.
Menurut Dionisius, secara regulasi, tidak diperbolehkan untuk memberikan bantuan sosial kepada warga yang sudah menerima.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kondisi-rumah-gubuk-nenek-Wilhelmina-Nenu-DI-Desa-Naruwolo.jpg)