Berita Viral
Awal Mula AKBP Didik Putra Diduga Minta Mobil Alphard Agar Bisa Edarkan Narkoba
Dari hasil pengembangan penyidikan, nama Kasatresnarkoba AKP Malaungi mencuat sebagai bagian dari jaringan tersebut.
TRIBUN-MEDAN.com - Terbongkar, eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, diduga meminta mobil Alphard agar bisa meloloskan bandar mengedarkan narkoba di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kasus ini bermula dari penangkapan Bripka Karolin, anggota Polres Bima Kota, bersama istrinya dan dua rekannya yang diduga kuat menguasai puluhan gram sabu dan uang tunai hasil transaksi.
Dari hasil pengembangan penyidikan, nama Kasatresnarkoba AKP Malaungi mencuat sebagai bagian dari jaringan tersebut.
Polda NTB kemudian melakukan pemeriksaan dan tes urine terhadap AKP Malaungi yang menunjukkan hasil positif mengandung amfetamin dan metamfetamin.
Penggeledahan di ruang kerja dan rumah dinasnya mengungkap barang bukti sabu seberat hampir setengah kilogram yang diduga akan diedarkan di wilayah Pulau Sumbawa.
Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar di Mapolda NTB pada Senin (9/2/2026) memutuskan pemecatan atau pemberhentian tidak dengan hormat terhadap AKP Malaungi.
Seolah tak ingin masuk bui sendirian, AKP Malaungi kemudian buka mulut, dengan menyebut keterlibatan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro.
AKP Malaungi, yang kini sudah dikenai sanksi PTDH atau dipecat, mengungkap permintaan uang Rp1 miliar ke bandar narkoba, untuk membeli mobil Alphard baru.
Asmuni, kuasa hukum AKP Malaungi, mengatakan bahwa kliennya mengumpulkan uang guna membeli mobil Toyota Alphard seharga Rp1,8 miliar.
Mobil itu permintaan Kapolres Bima Kota saat itu, AKBP Didik Putra Kuncoro.
"Jadi, Koko Erwin ini yang pertama kali hubungi klien kami menawarkan bantuan dengan syarat bisa mengedarkan sabu-sabu di Kota Bima," kata Asmuni, Kamis (12/2/2026).
Seperti dapat angin segar, AKP Malaungi langsung menyampaikan niat dari Koko Erwin kepada AKBP Didik.
"Klien kami langsung menghubungi pimpinannya dan mendapat arahan, bagaimana cara mainnya," ujar dia.
Koko Erwin bersedia memberikan uang Rp 1,8 miliar sesuai harga beli mobil Alphard keluaran terbaru.
Sebagai tanda jadi, AKP Malaungi meminta Koko Erwin mengirim uang muka Rp 200 juta dari nilai yang dijanjikan Rp 1,8 miliar.
| SOSOK CK Wanita 33 Tahun Akhiri Hidup di Plaza Medan Fair, Lompat dari Lantai 4, Warga Krakatau |
|
|---|
| POLEMIK Iuran BoP 1 Miliar Dollar AS, Prabowo Sebut Tak Pernah Berjanji Ikut Menyumbang |
|
|---|
| TRUMP Ultimatum Iran Segera Buka Jalur Selat Hormuz Atau Fasilitas Pembangkit Listrik Dibom |
|
|---|
| TERNYATA Warga Jalan Krakatau Inisial CK Wanita yang Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair |
|
|---|
| HELIKOPTER Jatuh di Qatar, 6 Orang Tewas dan 1 Masih Hilang, Penyebab Malfungsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/AKBP-Didik-Putra-dan-Istri-diperiksa-Propam-Polri.jpg)