Berita Viral

Sakit Hati Sering Dihina, Suami Pengantin Baru Habisi Istri Hamil 3 Bulan, Sadis Leher Hampir Putus

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya, Zamzami (50), sesaat setelah dirinya pulang dari Pasar Muara Aman.

TRIBUN MEDAN/TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi
KEMATIAN PENGANTIN BARU: Kolase korban Aulia Zakrike, 19 tahun (kiri) dan pelaku Oga Yunanda, 23 tahun (kanan). Alibi Oga terbongkar, polisi ungkap motif pembunuhan pengantin baru di Lebong pada Kamis (5/2/2026) dipicu konflik rumah tangga. 

TRIBUN-MEDAN.com - Warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita bernama Aulia Zakrike (18). 

Korban ditemukan tewas mengenaskan dengan luka sayat di bagian leher di dalam kamarnya, Kamis (5/2/2026).
 
Diketahui, korban baru menikah 3 bulan lalu dan tengah dalam kondisi mengandung.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya, Zamzami (50), sesaat setelah dirinya pulang dari Pasar Muara Aman.

Belakangan, terungkap pelaku ternyata suaminya sendiri, Oga Yunanda (23).

Saat memasuki kamar, Zamzami mendapati putrinya sudah tergeletak telentang di atas tempat tidur dalam kondisi tidak bernyawa.

Tak jauh dari jasad korban, ditemukan sebilah pisau dapur yang diduga kuat berkaitan dengan luka yang dialami korban. 

Zamzami kemudian menghubungi suami korban, Oga Yunanda (23), serta melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan pihak kepolisian.

Diketahui pula, korban dan suaminya sudah beberapa hari tidak tinggal serumah. 

Suami korban disebut pulang ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu Kecamatan Uram Jaya.
 
Tak lama berselang, Oga datang ke rumah korban bersama ibunya dan mendapati sang istri telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Kondisi kamar korban yang berantakan serta sejumlah luka di tubuh korban semakin menguatkan dugaan adanya perlawanan sebelum korban meninggal dunia.

Motif Dendam Lama

AKP Darmawel mengungkapkan bahwa motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi rasa sakit hati yang telah lama dipendam pelaku terhadap korban.

“Dari hasil pemeriksaan, faktor utamanya karena sakit hati. Pelaku merasa tertekan akibat berbagai permasalahan rumah tangga yang terjadi,” ujarnya.

Oga Yunanda tidak memiliki pekerjaan tetap. Kondisi tersebut memicu konflik berkepanjangan dalam rumah tangga mereka.

Bahkan, pihak keluarga korban sempat meminta agar pelaku kembali ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, sembari mencari pekerjaan.

Selain persoalan ekonomi, hubungan rumah tangga pasangan muda ini juga kerap diwarnai cekcok dan keributan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved