Berita Viral
Permintaan Maaf Kepala BGN, Ratusan Siswa SMA Negeri 2 Kudus Keracunan Santap Soto MBG
Kali ini sebanyak 118 pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, yang mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
Ringkasan Berita:Keracunan Menu MBG
- 118 pelajar SMA Negeri 2 Kudus mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan permintaan maaf atas insiden keracunan MBG
- SPPG yang mendapat kartu kuning akan menjalani evaluasi menyeluruh.
- Tidak menutup kemungkinan operasionalnya akan dihentikan sementara dalam jangka waktu yang cukup lama.
- Selain evaluasi terhadap pelaksana program, BGN juga mulai melakukan peninjauan ulang terhadap menu MBG.
TRIBUN-MEDAN.com- Lagi, siswa keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kali ini sebanyak 118 pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, yang mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan permintaan maaf atas insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah.
"Saya sebagai kepala Badan Gizi Nasional meminta maaf kepada para penerima manfaat yang mengalami kejadian yang kurang menyenangkan," kata
Dadan, usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Dadan mengatakan, BGN telah melakukan investigasi dan analisis terhadap beberapa SPPG yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Pelanggaran Prosedur
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya pelanggaran prosedur yang dinilai cukup berat.
"Dan saya melihat ada SPPG yang akan kita berikan lampu kuning ya atau kartu kuning karena menyalahi prosedur yang lebih berat," ujar Dadan.
Menurut Dadan, SPPG yang mendapat kartu kuning akan menjalani evaluasi menyeluruh.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan operasionalnya akan dihentikan sementara dalam jangka waktu yang cukup lama.
"Kita akan evaluasi dan mungkin akan di-stop untuk sementara agak lama yang diberikan kartu kuning," ungkap Dadan.
Selain evaluasi terhadap pelaksana program, BGN juga mulai melakukan peninjauan ulang terhadap menu MBG.
Dadan menambahkan, beberapa jenis menu dinilai perlu dihindari agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Saya kira kami akan membuat edaran supaya program makan bergizi bisa berjalan lebih aman," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/korban-keracunan-MBG-sedang-menjalani-Perawatan-di-Puskesmasdf.jpg)