Berita Viral

Akhirnya Aiptu Ikhwan dan Serda Heri Minta Maaf, Fitnah dan Aniaya Penjual Es Gabus Pakai Spons

Keduanya yakni Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawa Selatan, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Heri Purnomo.

TRIBUN MEDAN
MINTA MAAF - Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Aiptu Ikhwan Mulyadi saat memberikan pernyataan permintaan maaf yang dipublikasikan pada Selasa (26/1/2026) setelah mengamankan pedagang es gabus yang diduga berbahan spons di Kemayoran 

TRIBUN-MEDAN.com -  Seorang anggota Polri dan anggota TNI AD akhirnya mengaku salah dan meminta maaf usai tindakannya yang sempat menuduh seorang pedagang di Kemayoran, Jakarta Pusat, menjual es gabus berbahan spons viral.

Keduanya yakni Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawa Selatan, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Heri Purnomo.

Permintaan maaf disampaikan lewat video berdurasi sekitar 4 menit yang dirilis oleh Polres Metro Jakarta Pusat pada Selasa (27/1/2026).

"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es kue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujar Ikhwan dalam video.

Ikhwan menjelaskan, tindakan yang ia lakukan bersama Heri merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang khawatir akan adanya dugaan peredaran makanan berbahaya di lingkungan mereka.

Sebagai petugas di lapangan, kata dia, pihaknya berkewajiban hadir dan merespons setiap laporan demi menjaga keselamatan warga.

VIRAL DI MEDSOS - Suderajat, penjual es gabus berbahan spons atau busa akhirnya buka suara soal kejadian yang dialaminya, Selasa (27/1/2026).
VIRAL DI MEDSOS - Suderajat, penjual es gabus berbahan spons atau busa akhirnya buka suara soal kejadian yang dialaminya, Selasa (27/1/2026). (TRIBUN MEDAN)

"Kedua, niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya," tutur Ikhwan.

"Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya," lanjutnya.

Akui tarik kesimpulan tanpa pemeriksaan

Ikhwan juga mengakui bahwa dirinya telah bertindak terlalu cepat dengan menarik kesimpulan tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang, yakni Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kedokteran kepolisian, maupun Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

Ia tak menampik bahwa dirinya seharusnya melakukan proses klarifikasi dan verifikasi terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat.

"Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Suderajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau," jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa kabar mengenai es gabus berbahan spons yang viral di media massa dapat memengaruhi usaha dan kehidupan Suderajat sebagai pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari hasil berjualan.

"Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami," ungkap Ikhwan.

"Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah," jelasnya.

Berdasarkan rekaman video, permintaan maaf lisan disampaikan oleh Aiptu Ikhwan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved