Pesawat Jatuh di Sulawesi

Jenazah Masih Utuh, Pramugari Esther Sianipar Teridentifikasi dari Sidik Jari dan Gigi

jenazah Esther Aprilita Sianipar, pramugari pesawat ATR 42-500, berhasil teridentifikasi pada Jumat (23/1/2026).

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
JASAD TERIDENTIFIKASI - Potret pramugari pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita Sianipar, turut menjadi korban jatuhnya pesawat yang ditumpangi di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupate Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Jenazah Esther Aprilita Sianipar berhasil teridentifikasi melalui sidik jari dan gigi, pada Jumat (23/1/2026). 

Ringkasan Berita:Tiga Korban Teridentifikasi
  • Tim SAR gabungan berhasil menemukan 10 korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel.
  • Tim DVI telah mengidentifikasi tiga korban. Terbaru, jenazah Esther Aprilita Sianipar, pramugari pesawat ATR 42-500 teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti dan ciri medis cocok dengan nomor ante mortem 002 atas nama Esther.
  • Dua korban lainnya yang teridentifikasi adalah Florencia Lolita (pramugari) dan Deden Maulana dari KKP.

 

TRIBUN-MEDAN.com - Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan 10 korban dan satu bodypack berisikan bagian tubuh berupa tulang dalam insiden pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Sampai saat ini tim Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil mengidentifikasi tiga korban.

Terbaru, jenazah Esther Aprilita Sianipar, pramugari pesawat ATR 42-500, berhasil teridentifikasi pada Jumat (23/1/2026).

Korban teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti dan ciri medis cocok dengan nomor ante mortem 002 atas nama Ester Sianipar.

Kantong jenazah Esther Aprilita teregister dengan nomor PM 62 B 04.

Esther Aprilita beralamat di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Tim gabungan sudah berhasil mengidentifikasi total tiga korban," ujar Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris.

Kepala Pusat Identifikasi (Kapusident) Bareskrim Polri, Brigjen Mashudi, mengatakan jenazah Esther Aprilita masih dalam kondisi utuh.

"Kondisinya masih bagus, sehingga tangan atau sidik jarinya masih bisa terbaca," kata Brigjen Mashudi.

Mashudi menjelaskan, dari 10 penumpang dan kru pesawat, sejauh ini tiga korban yang berhasil diidentifikasi.

Dua korban lainnya adalah Florencia Lolita Wibisono (pramugari) dan Deden Maulana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tujuh jenazah lainnya juga telah ditemukan Tim SAR dan sudah berada di DVI Biddokkes Polda Sulsel.

Tim DVI masih melakukan proses identifikasi terhadap tujuh kantong jenazah yang diterima.

KORBAN KECELAKAAN PESAWAT- Tim SAR gabungan menjaga kantung jenazah  korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lereng pegunungan Bulusaraung Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan pada Jumat (23/1/2026) sebelum dievakuasi menggunakan helikopter.
KORBAN KECELAKAAN PESAWAT- Tim SAR gabungan menjaga kantung jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lereng pegunungan Bulusaraung Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan pada Jumat (23/1/2026) sebelum dievakuasi menggunakan helikopter. (TRIBUN MEDAN/HO/Humas Kantor SAR Makassar)

Chat Terakhir Ortu Esther

Adi Saputra, ayah dari Esther, sebelumnya telah berada di Makassar mengikuti perkembangan pencarian dan evakuasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved