Pesawat Jatuh di Sulawesi

Chat Terakhir Esther Sianipar ke Ibunya Menyentuh Hati, Pramugari Korban Pesawat ATR 42-500

Pramugari asal Bogor bernama Esther Aprilita Sianipar sempat menghubungi orangtuanya sebelum jadi korban pesawat ATR 42-500.

HO/Tribun-medan.com
PESAWAT JATUH - Esther Aprilita pramugari korban pesawat ATR 42-500 (YouTube/TribunBogor) 

Ringkasan Berita:- Pramugari asal Bogor bernama Esther Aprilita Sianipar sempat menghubungi orangtuanya sebelum jadi korban pesawat ATR 42-500.
Chat tersebut kini menjadi sorotan publik dan menyentuh hati banyak orang.
Dalam chat tersebut, Esther mengabari sang mama kalau dia sedang berada di Jogja dalam rangka tugas

 

TRIBUN-MEDAN.com - Isi pesan atau chat seorang pramugari Esther Aprilita Sianipar ke ibunya menjadi sorotan dan menyentuh hati banyak orang usai menjadi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh.

Sebelum insiden, Esther Aprilita sempat mengirim pesan terakhir kepada ibunya.

Chat tersebut kini menjadi sorotan publik dan menyentuh hati banyak orang.

Pramugari asal Bogor bernama Esther Aprilita Sianipar sempat menghubungi orangtuanya sebelum jadi korban pesawat ATR 42-500.

Karenanya hingga kini ayah dan ibu Esther masih menunggu kabar pencarian pesawat milik Indonesia Air Transport tersebut.

Baca juga: Sosok Jasad Korban Pesawat Jatuh yang Ditemukan di Jurang, 200 Meter dari Titik Serpihan

Diwartakan sebelumnya, pesawat yang ditumpangi Esther dan enam awak kabin lainnya serta tiga penumpang lainnya dikabarkan jatuh dan meledak di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Informasi terbaru dari Tim SAR telah ditemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah korban kabarnya terdeteksi berada di tebing gunung dan masih dalam proses evakuasi.

Tak cuma itu, Tim SAR gabungan juga berhasil menemukan ekor dan puing-puing pesawat lainnya di bagian puncak serta tebing Gunung Bulusaraung pada Minggu (18/1/2026).

Baca juga: Profil Andar Amin Harahap, Calon Ketua DPD Golkar Sumut, Pernah Jadi Wali Kota dan Bupati

Chat terakhir korban

Sementara Tim SAR masih terus mencari keberadaan korban lainnya, keluarga salah satu korban, Esther Aprilita Sianipar menanti keajaiban.

Orangtua Esther yang tinggal di kawasan Rancamaya, Desa Bojong Koneng Ciherang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor pun mengurai cerita.

Ibunda Esther, J Siburian mengaku bahwa ia masih berkirim pesan dengan sang putri pada Jumat (16/1/2026).

Dalam chat tersebut, Esther mengabari sang mama kalau dia sedang berada di Jogja dalam rangka tugas.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved