Berita Viral

Fakta Guru SMK Dikeroyok Siswa di Jambi, Terungkap Ucapan Jadi Pemicu Utama Permasalahan

Kalimat yang dilontarkan guru dianggap telah menghina orang tua siswa, sehingga memicu emosi beberapa siswa.

TRIBUN MEDAN/TRIBUN JAMBI
Seorang guru bernama Agus Saputra mengalami pengeroyokan dari sejumlah siswa SMK di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus pengeroyokan yang menimpa Agus Saputra guru SMKN 3 Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur viral di media sosial.

Adapun video kekerasan fisik tersebut beredar luas di media sosial terutama di instagram.

Berikut beberapa fakta yang dirangkum melansir dari Tribunjambi.com

1. Diduga Berawal dari Kalimat

Informasi yang dihimpun Tribun Jambi, peristiwa bermula dari ucapan guru bernama Agus Saputra yang diduga menyinggung perasaan siswa. 

Kalimat yang dilontarkan guru dianggap telah menghina orang tua siswa, sehingga memicu emosi beberapa siswa.

Cekcok mulut tak terhindarkan, hingga berujung pada aksi kekerasan fisik. 

Sejumlah siswa mengejar Agus Saputra tersebut sampai ke halaman sekolah lalu melakukan kekerasan fisik.

2. Guru Sempat Panas

 Agus Saputra. Guru SMK Negeri 3 Tanjab Timur, yang dikeroyok siswanya. 

Situasi sempat memanas, sebelum guru-guru lain yang berada di lokasi melerai.

Para guru lalu membawa Agus Saputra ke sebuah ruangan untuk menghindari aksi lanjutan.

GURU DIKEROYOK - Seorang guru menjadi korban dugaan pengeroyokan siswa SMK di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi pada Selasa (13/01/2026).
GURU DIKEROYOK - Seorang guru menjadi korban dugaan pengeroyokan siswa SMK di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi pada Selasa (13/01/2026). (Instagram/Tangkapan layar Ig @jambisharing)

3. Ketegangan Saat Jam Istirahat

Pascakejadian, Agus Saputra melaporkan peristiwa itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Saat diwawancarai Tribun Jambi, dia menuturkan kronologi tindak kekerasan di lingkungan sekolah.

Bermula saat dia ditegur seorang siswa dengan nada tidak sopan dari dalam kelas, sekitar pukul 09.00-10.00 WIB, ketika proses belajar mengajar berlangsung.

"Dia menegur saya dengan kata-kata tidak pantas. Saat itu juga saya masuk ke kelas dan menanyakan siapa yang memanggil saya seperti itu,” ujar Agus.

Menurut Agus, siswa tersebut mengaku dan menantangnya. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved