Berita Viral
Dokter Spesialis Bedah Mata Kosong di Medan, Peluru Masih Bersarang di Mata Anak Usia 4 Tahun
Kasus tragis menimpa seorang anak berusia 4 tahun berinisial AA yang masih menjalani perawatan intensif di RSUD Pirngadi Medan
TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus tragis menimpa seorang anak berusia 4 tahun, Asmi Anggraini (AA), yang masih menjalani perawatan intensif di RSUD Pirngadi Medan setelah matanya tertembak pada Senin (6/1/2026) malam di Jalan Stasiun, Kecamatan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.
Peristiwa ini membuka tabir kesulitan yang dihadapi rumah sakit di Medan dalam menangani kasus-kasus darurat yang memerlukan spesialisasi tinggi, khususnya dokter spesialis bedah mata.
Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Pirngadi Medan, Gibson Girsang, menyatakan bahwa AA telah menjalani CT Scan dan ronsen.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya proyektil peluru di bagian dalam mata korban.
"Sudah dilakukan CT Scan. Hasil ronsennya, menang ada peluru di bagian dalam mata," kata Gibson.
Namun, Gibson belum dapat mengidentifikasi jenis senjata api yang digunakan karena RSUD Pirngadi tidak memiliki dokter spesialis bedah mata.
"Ini pelurunya masih bersarang di dalam mata jadi belum tahu jenis apa," ujarnya.
Pihak rumah sakit telah berupaya merujuk AA ke RSUP Adam Malik, namun fasilitas serupa juga tidak tersedia di sana karena dokter spesialis mata baru saja pensiun.
"Baru pensiun katanya dokter matanya jadi engga bisa. Nah, terakhir kami koordinasi dengan RS USU. Di sana ada cuma kamarnya lagi full," ucapnya.
Saat ini, RSUD Pirngadi sedang berkoordinasi dengan RS USU untuk mencari ketersediaan kamar agar AA segera dapat menjalani operasi.
"Hari ini kemungkinan pasien akan dibawa ke RS USU biar cepat ditangani. Kalau kondisi anak, ya merasa nyeri di bagian mata pastinya. Tapi kalau kondisi tubuh lainnya baik," sebutnya.
Peristiwa penembakan terjadi pada Senin (5/1/2025).
Ibu korban, Romanda Capriati Siregar (33), menuturkan saat itu ia sedang menaiki becak bersama anaknya untuk menjemput suami di Pasar Baru.
"Waktu itu, saya naik becak sama anak mau jemput suami di Pasar Baru," kata Romanda.
Saat melintas di dekat Rumah Sakit Prima Husada Cipta Belawan, becak yang mereka tumpangi terpaksa berhenti karena adanya tawuran antar pemuda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Romanda-Capriati-Siregar.jpg)