Bocah Kena Peluru Nyasar

Penjelasan RS Pirngadi Medan Kondisi Balita yang Diduga Kena Peluru Nyasar Tawuran di Belawan

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi Medan Gibson Girsang mengatakan pihaknya sudah menangani Asmi.

|
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
PELURU NYASAR - Romanda (kanan) menemani anak keempatnya, Asmi Anggraini (4) di RS Pirngadi Medan, Selasa (6/1/2025). Asmi diduga jadi korban peluru nyasar tawuran di Medan Belawan. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi membeberkan kondisi Asmi Anggraini (4) balita yang diduga kena peluru nyasar tawuran di Medan Belawan.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi Medan Gibson Girsang mengatakan pihaknya sudah menangani Asmi.

Mereka juga sudah melakukan Computed Tomography Scan (CT Scan) ke bagian mata korban, dan didapat peluru diduga senapan angin bersarang.

"hasil rontgen itu, bentuk peluru di rongga kepala. Dari dokter kami bilang, itu peluru saja dan masih bersarang di kepala,"kata Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi Medan Gibson Girsang, Selasa (6/1/2026).

Meski sudah ditangani dan diketahui keberadaan proyektil, namun untuk operasi pengangkatan belum dilakukan, karena RSUD Dr Pirngadi tidak memiliki dokter mata.

Mereka sedang berkordinasi dengan RS Universitas Sumatera Utara (USU) dan RSUP H Adam Malik.

Di RS Universitas Sumatera Utara (USU) dokter spesialis mata ada, tetapi ruangan yang penuh.

Sedangkan di RSUP H Adam Malik, dokter mata sedang tidak ada.

"Kondisi membaik karena adanya benda tentu mengganggu. RS Adam malik sudah kami hubungi, bedah matanya tak ada, di USU ada, tapi ruangannya penuh."

Diketahui, seorang anak dibawah lima tahun (Balita) bernama Asmi Anggraini (4) warga Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan terpaksa dirawat di rumah sakit.

Ia diduga menjadi korban peluru nyasar gerombolan orang yang sedang tawuran di Medan Belawan, kemarin, Senin 5 Januari.

Ketika ditemui di RS Pirngadi Medan, ia tampak duduk diatas ranjang rumah sakit.

Mengenakan kaus berwarna merah, mata kanan anak tak berdosa ini terlihat ditutup perban.

Sesekali, ia seperti menahan rasa sakit akibat luka tembak yang dialaminya.

Kulitnya tampak pucat, dengan posisi selang infus melekat di tangan sebelah kirinya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved