Berita Viral
Profil Yehuda Kaploun, Rabi Yahudi Viral Disebut Ingin Ubah Kurikulum Pendidikan Indonesia
Yehuda Kaploun adalah seorang rabi Chabadnik, pengusaha, dan tokoh politik konservatif berkebangsaan Israel-Amerika.
Ringkasan Berita:
- Yehuda Kaploun, utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah jadi sorotan internasional, termasuk Indonesia
- Yehuda Kaploun viral karena diklaim ingin mengubah kurikulum pendidikan Indonesia
- Ia mengaku ingin menyisipkan kampanye anti Israel di kurikulum pendidikan Indonesia
- MUI beraksi keras meminta Pemerintah Indonesia harus waspada
TRIBUN-MEDAN.COM,- Sosok dan profil Yehuda Kaploun tengah viral di media sosial.
Yehuda Kaploun adalah utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Beberapa pekan terakhir, nama Yehuda Kaploun viral karena diklaim ingin mengubah kurikulum pendidikan Indonesia.
Hal itu terjadi setelah Yehuda Kaploun diwawancarai media Israel, Jerusalem Post.
Baca juga: Profil Ayu Aulia, Model Majalah Dewasa Pernah Murtad, Dibantah Kemenhan Jadi Staf Kreatif\
Dalam wawancara itu, Yehuda Kaploun mengatakan ia telah berusaha mengubah sentimen negatif mengenai Yahudi melalui buku-buku pelajaran maupun bacaan di Indonesia.
Sontak, video wawancaranya ini kemudian viral dan menuai beragam respon di Indonesia.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) lantas mengingatkan pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk mewaspadai program Utusan Khusus Anti-Semitisme yang dibentuk Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat tersebut.
Baca juga: Profil Bonnie Blue, Bintang Film Dewasa yang Ludahi dan Lecehkan Bendera Merah Putih di Depan KBRI
Program tersebut dinilai berpotensi membungkam kritik terhadap Zionisme Israel serta solidaritas kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan Kemenlu Amerika Serikat telah membentuk kantor Special Envoy to Monitor and Combat Antisemitism, yang saat ini dipimpin oleh seorang rabi Yahudi bernama Yehuda Kaploun.
"Keberadaan kantor ini sangat erat kaitannya dengan gelombang perlawanan global terhadap Zionisme Israel dan pembelaan terhadap Palestina, termasuk di Amerika Serikat dan Indonesia," kata Sudarnoto dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (26/12/2025).
Baca juga: Profil Donna Fabiola, Selebgram yang Jadi Tersangka Pengedar Kokain
Menurut MUI, istilah antisemitisme dalam praktiknya kerap disematkan kepada siapa pun yang mengkritik Zionisme Israel, melakukan advokasi, pembelaan, atau aksi solidaritas kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Bahkan, pada periode sebelumnya, pembela Palestina juga kerap dilabeli sebagai teroris.
"Pelabelan dan narasi seperti ini sangat menyesatkan dan berbahaya. Ini menjadi dasar bagi pemerintah Amerika Serikat untuk membatasi kebebasan berpendapat dan mengkriminalisasi solidaritas kemanusiaan," ujarnya.
Lantas, seperti apa profil Yehuda Kaploun itu?
Baca juga: Profil AKBP Oloan Siahaan, Dua Kali Lolos Kasus Besar Uang Narkoba dan Tembak Mati Remaja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Yehuda-Kaploun-utusan-khusus-Presiden-AS.jpg)