Banjir Bandang

Berita Foto: Relawan Guru Muda Gelar Sekolah Rakyat untuk Anak Aceh Tamiang di Tenda Pengugsian

Kegiatan belajar mengajar tersebut dilaksanakan di tenda khusus mereka sediakan yang dinamakan Sekolah Rakyat.

Berita Foto: Relawan Guru Muda Gelar Sekolah Rakyat untuk Anak Aceh Tamiang di Tenda Pengugsian - 27122025_SEKOLAH_RAKYAT_DI_PENGUNGSIAN_DANIL_SIREGAR__1_jpeg.jpg
TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
Sejumlah anak mengikuti proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat di tenda pengungsian di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (27/12/2025). Sekolah rakyat tersebut digelar untuk memulihkan trauma anak-anak korban banjir bandang di Aceh Tamiang.
Berita Foto: Relawan Guru Muda Gelar Sekolah Rakyat untuk Anak Aceh Tamiang di Tenda Pengugsian - 27122025_SEKOLAH_RAKYAT_DI_PENGUNGSIAN_DANIL_SIREGAR__2_jpeg.jpg
TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
Relawan guru melaksanakan proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat di tenda pengungsian di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (27/12/2025). Sekolah rakyat tersebut digelar untuk memulihkan trauma anak-anak korban banjir bandang di Aceh Tamiang.
Berita Foto: Relawan Guru Muda Gelar Sekolah Rakyat untuk Anak Aceh Tamiang di Tenda Pengugsian - 27122025_SEKOLAH_RAKYAT_DI_PENGUNGSIAN_DANIL_SIREGAR__3_jpeg.jpg
TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
Sejumlah anak mengikuti proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat di tenda pengungsian di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (27/12/2025). Sekolah rakyat tersebut digelar untuk memulihkan trauma anak-anak korban banjir bandang di Aceh Tamiang.
Berita Foto: Relawan Guru Muda Gelar Sekolah Rakyat untuk Anak Aceh Tamiang di Tenda Pengugsian - 27122025_SEKOLAH_RAKYAT_DI_PENGUNGSIAN_DANIL_SIREGAR__4_jpeg.jpg
TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
Relawan guru melaksanakan proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat di tenda pengungsian di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (27/12/2025). Sekolah rakyat tersebut digelar untuk memulihkan trauma anak-anak korban banjir bandang di Aceh Tamiang.

TRIBUN-MEDAN.COM - Gerakan guru muda mengajar dan menyediakan Sekolah Rakyat untuk memulihkan trauma anak-anak korban banjir bandang di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (27/12/2025).

Puluhan guru muda yang mayoritas perempuan dari beragam latar belakang, mulai dari guru agama dan bahasa Arab, guru bahasa Inggris, hingga pendamping trauma healing. 

Misi kemanusiaan tersebut digelar sepekan setelah pengumuman perekrutan relawan dibuka melalui media sosial. Program ini berfokus pada kegiatan trauma healing dan pendidikan nonformal bagi anak-anak terdampak bencana.

Kegiatan belajar mengajar tersebut dilaksanakan di tenda khusus mereka sediakan yang dinamakan Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat ini sangat diterima baik oleh para warga pengungsi, antusias anak-anak yang ingin belajar sangat tinggi. 

Salah satunya Zikri korban banjir merupakan murid yang sangat senang dengan adanya Sekolah Rakyat ini. Ia telah mengikuti selama tiga hari, dan kembali berkumpul dengan temannya.

"Terimakasih kakak-kakak yang sudah mau mengajarkan kami disini, udah tiga hari kami belajar disini. Kami sangat senang" ucap Zikri.

Gerakan itu diinisiasi Agum Aditya yang juga instruktur di Sekolah Rakyat. Ia mengatakan program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi psikologis anak-anak yang mulai menunjukkan tanda-tanda stres dan kejenuhan di pengungsian.

"Kami sudah berada di desa ini sejak dua minggu pascabanjir. Dampaknya cukup berat, terutama bagi anak-anak. Mereka terlihat jenuh dan tertekan, sehingga kami bersepakat menghadirkan kegiatan trauma healing melalui Sekolah Rakyat," ujar Agum.

Agum menjelaskan, program ini dirancang sebagai ruang belajar nonformal. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembelajaran ringan, permainan edukatif, dan pendampingan psikologis untuk membantu anak-anak kembali merasa aman dan ceria.

Selain itu, Agum menegaskan, keterlibatan relawan bukan untuk kepentingan pribadi atau wisata. Ia menetapkan persyaratan bagi calon relawan, termasuk kesiapan mental menghadapi keterbatasan fasilitas dan medan.

Sebagaimana diketahui, sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara dalam sebulan terakhir dilanda banjir dan longsor, yang berdampak pada kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat.

Sebagai ikhtiar, para guru  dari berbagai latar belakang disiplin ilmu tersebut menggelar sekolah rakyat untuk memulihkan kondisi mental anak-anak korban banjir.

(sir/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved