Inspiratif

Perjalanan Inspiratif Anggi Wahyuda: Pemuda Disabilitas dari Binjai Taklukkan 30 Gunung di Dunia

Anggi Wahyuda, penyandang disabilitas yang aktif mendaki gunung, komika (stand-up comedy), dan kreator konten yang menginspirasi banyak orang.

|
Tribunnews.com/Domu Ambarita
MENGINSPIRASI: Anggi Wahyuda (25), penyandang disabilitas yang aktif mendaki gunung, komika (stand-up comedy), dan kreator konten yang menginspirasi banyak orang. Anggi tampil sebagai komika pada acara Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Dukbangga)/Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025) pagi. (Domu Ambarita) 

Perjalanan Inspiratif Anggi Wahyuda:

Ringkasan Berita:
  • Dari Keterbatasan Menjadi Inspirasi
  • Awal Perjalanan dan Tantangan
  • Bangkit dari Bullying dan Depresi
  • Prestasi dan Rekor yang Membanggakan
  • Hobi Mendaki Gunung dan Bukti Ketangguhan

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tongkat kruk aluminium terkempit ketiak, menopang tubuh pemuda itu. Tap, terdengar bunyi saat ujung kruk mengenai ubin, lalu ia mengayunkan tubuh ke depan. Tap, ayun, tap, ayun, menaiki anak tangga. Tap, ayun, tap, dan ayun lagi melangkah lalu tiba di atas panggung. Kaki kiri melangkah, silih berganti dengan tongkat. Kaki kanan diganti dua tongkat kruk menyokong badan gempalnya, tubuh berdiri rileks di atas panggung yang disaksikan sekitar 200 pasang mata.

Tangan kanan memegangi corong mikrofon, sementara tangan kiri bergerak mengikuti nada bicara lantang. Ia mengenakan kemeja lengan pendek dominan warna cokelat corak garis vertikal putih. 

Jam analog warna hitam melingkar di pergelangan tangan kiri berimpit dengan gelang bahan rotan. Kaki kiri mengenakan celana panjang hitam, dan sepatu. Kaki kanan hanya sampai pertengahan paha, antara lutut dan pangkal paha.

Dia adalah Anggi Wahyuda, penyandang disabilitas yang aktif mendaki gunung, komika (stand-up comedy), dan kreator konten yang menginspirasi banyak orang.

Awal Perjalanan dan Tantangan

"Selamat pagi bapak, dan ibu. Saya berdiri di sini untuk stand-up (comedy), bukan untuk ngemis. Tapi kalau ada yang memberi, tidak menolak," ujar Anggi memulai lelucon setelah menyampaikan salam.

Anggi diundang sebagai komika pada acara Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Dukbangga)/Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025) pagi. Acara ini dihadiri sekitar 200 orang termasuk Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN Wihaji, sejumlah pengusaha nasional, kepala daerah, dan rektor perguruan tinggi.

Berdasarkan amatan Tribun, Anggi tampil selama 11 menit. Ia mengeksplor bahan cerita atas kenyataan yang dialaminya sebagai penyandang disabilitas, yang menghadapi banyak permasalahan, antara lain perlakuan tidak mengenakkan, bullying, atau perundungan.

MENGINSPIRASI Anggi Wahyuda penyandang disabilitas
MENGINSPIRASI: Anggi Wahyuda (25), penyandang disabilitas yang aktif mendaki gunung, komika (stand-up comedy), dan kreator konten yang menginspirasi banyak orang. Anggi tampil sebagai komika pada acara Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Dukbangga)/Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025) pagi. (Domu Ambarita)

Bangkit dari Bullying dan Depresi

Kerap mengalami bullying, tidak lantas membuat Anggi hanyut meratapi nasib dan bermuram durja. Ia tidak mau tenggelam dalam kesedihan. Ia tidak kalah, juga tidak mengurung diri karena malu. Melainkan ia bangkit, bergairah, dan bersemangat lalu menginspirasi orang lain.

"Aku adalah salah satu kader terbaik disabilitas yang pernah dimiliki Kementerian Kemenduk Bangga. Aku selama tiga tahun depresi, kemudian ketika aku bisa bangkit, aku mencatatkan lima rekor terbaik disabilitas di Indonesia. Aku bisa menjadi stand-up comedian, jujur, saya mampu sampai tahap ini karena masuk dalam komunitas yang benar, yaitu Genre. Sebab dulu, aku sering kali kena bully," ujar Anggi, pemuda 25 tahun asal Kota Binjai, Sumatera Utara.

Komunitas Genre (Generasi Berencana) merupakan program Kementerian Dukbangga/BKKBN untuk menyentuh kelompok remaja disabilitas di Indonesia. Melalui program Duta Genre Inklusi, edukasi kesehatan remaja dan reproduksi yang setara disampaikan kepada komunitas penyandang disabilitas di berbagai kota. Program ini inklusif terhadap disabilitas dan membahas isu remaja yang lebih luas, bukan hanya masalah ketidakmampuan disabilitas, tetapi juga kesehatan mental, stunting, penguatan kemampuan dan kompetensi, termasuk latihan public speaking.

Prestasi dan Rekor yang Membanggakan

Melalui pelatihan dalam komunitas itulah, bekal lelaki pemegang gelar sarjana ekonomi syariah ini mempunyai keterampilan berbicara di depan umum. Lalu ia mengikuti acara komika di salah satu stasiun televisi swasta tahun 2018, dan lolos sampai pada babak 13 besar.

Anggi mengaku dapat berdamai dengan diri sendiri, yang bermakna mengakui dan memahami diri sebagai penyandang disabilitas. Namun tidak berarti harus pasrah dan terpuruk, melainkan bangkit dan kreatif mengikuti segala kegiatan. Ia bahkan telah mendaki lebih dari 30 gunung di dalam dan luar negeri.

"Aku bisa meraih lima rekor karena dukungan rekan-rekan Genre. Salah satunya, pada 28 Oktober lalu, bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda, atau bersamaan dengan 10 tahun setelah aku diamputasi, rekor aku dicatatkan sebagai orang disabilitas pertama yang mampu naik dan turun Gunung Rinjani selama 14 jam. Rekor lainnya, tahun ini, saya sebagai orang disabilitas kedua Indonesia yang berhasil mencatat rekor mencapai base camp Gunung Everest di Nepal, pada ketinggian 5.364 meter di atas permukaan laut," kata Anggi di atas panggung.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved