Berita Viral

Akhirnya Jokowi Ungkap Sosok Besar Bermain di Balik Isu Ijazah Palsu, Sudah Dirancang 4 Tahun

 Kali Ini, Jokowi muncul dan mengungkapkan sosok yang bermain dan berperan di balik isu ijazah palsu miliknya,

Editor: Salomo Tarigan
Istimewa/KompasTV
JOKOWI - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam wawancara eksklusif dalam Program Khusus Kompas TV di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Selasa (9/12/2025) malam. 

Ringkasan Berita:Sosok di Balik Tudingan Ijazah Palsu
 
  • Jokowi Buka-bukaan isu ijazah ini yang sudah rancang rapi selama 4 tahun terakhir ini.
  • Jokowi sosok besar yang bermain dan berperan di balik isu ijazah palsu miliknya,
  • Beber alasan dirinya tidak menunjukkan ijazah aslinya ke publik.
  • Jokowi memastikan sudah menutup pintu mediasi untuk kasus isu ijazahnya ini.
  • 8 tersangka yang sudah ditetapkan Polda Metro Jaya, antaranya Roy Suryo Cs.

 

TRIBUN-MEDAN.com -  Selama ini enggan banyak bicara terkait tudingan ijazah palsu.

 Kali Ini, Jokowi muncul dan mengungkapkan sosok yang bermain dan berperan di balik isu ijazah palsu miliknya.

Presiden ke-7 RI tersebut buka-bukaan isu ijazah ini yang sudah rancang rapi selama 4 tahun terakhir ini.

"Ini kan sebuah isu yang sudah 4 tahunan ya dibicarakan dan sebetulnya saya sudah diam, tidak banyak menanggapi karena ijazahnya saya pegang gitu loh," kata Jokowi dalam wawancara eksklusif dengan Kompas TV yang tayang di channel YouTube Kompas TV, Selasa (9/12/2025).

Jokowi mengungkap alasan dirinya tidak menunjukkan ijazah aslinya ke publik.

TERSANGKA TAK DITAHAN - Roy Suryo, Rismon Sianipar, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang jadi tersangka tak ditahan usai jalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, di POlda Metro Jaya, Kamis (13/11/2025).
TERSANGKA TAK DITAHAN - Roy Suryo, Rismon Sianipar, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang jadi tersangka tak ditahan usai jalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, di POlda Metro Jaya, Kamis (13/11/2025). (DOK Tribunnews.com/Reynas Abdila)


"Saya tidak menyampaikan kepada publik ijazah itu. Karena yang pertama ada aduan ke Bareskrim. Yang kedua saya dituduh ijazah saya palsu. Artinya yang menuduh itu yang harus membuktikan. Dalam hukum acara, siapa yang menuduh itu yang harus membuktikan. Itu yang saya tunggu itu. Coba dibuktikan seperti apa?" katanya.

Menurut Jokowi pembuktian akan lebih baik di lakukan di pengadilan, agar dengan proses hukum akan tampak keadilan bagi semua pihak.

"Akan kelihatan adilnya karena yang memutuskan adalah di pengadilan. Karena yang membuat ijazah saya, sudah
menyampaikan asli, masih tidak dipercaya, gimana?" kata Jokowi.

Karenanya Jokowi menilai ada agenda besar politik atau operasi politik di balik isu ijazahnya palsu yang terus menerus dihembuskan.

"Dan yang saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik, yang sehingga bisa sampai bertahun-tahun, enggak rampung-rampung. Karena keinginan mereka untuk men-downggrade, menurunkan reputasi yang saya miliki. Meskipun saya merasa enggak punya reputasi apa-apa," kata Jokowi.


Menurut Jokowi keinginan pihak yang ingin menurunkan reputasinya untuk kepentingan politik.

"Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekkan, merendahkan, menghina, menuduh-nuduh?
Semua dilakukan untuk apa? Kalau hanya untuk main-main kan, mesti ada kepentingan politiknya di situ," kata Jokowi.

"Tapi sekali lagi mestinya dalam masa-masa ekstrem seperti ini kita konsentrasi untuk hal-hal yang besar, untuk strategi besar negara, untuk kepentingan yang lebih besar bagi negara ini," paparnya.

Jokowi mencontohkan misalnya yang berkaitan dengan perubahan karena artificial intelligence dan humanoid.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved