Banjir dan Longsor di Sumut
Identitas 12 Perusahaan Bikin Banjir Parah Dirahasiakan Menteri Kehutanan, Polri Justru Bertindak
Terungkap 12 perusahaan diduga melakukan pelanggaran, menyebabkan kerusakan lingkungan hingga memperparah bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Ringkasan Berita:12 Perusahaan Perusak Hutan Bikin Banjir Parah
- Di Sumut tercatat sebanyak 299 orang meninggal dunia.
- Korban yang masih hilang dan dalam pencarian sebanyak 159 orang
- Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni merahasiakan 12 nama perusahaan perusak hutan.
- Menteri kehutanan didesak mundur dari jabatannya oleh DPR
TRIBUN-MEDAN.com - Terungkap 12 perusahaan diduga melakukan pelanggaran, menyebabkan kerusakan lingkungan hingga memperparah bencana banjir dan longsor di 3 provinsi Sumatera.
Apa saja perusahaan tersebut?
Sayangnya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni merahasiakannya.
Data Kamis (4/12/2025) pagi, di Sumut tercatat sebanyak 299 orang meninggal dunia.
Sedangkan korban yang masih hilang dan dalam pencarian sebanyak 159 orang.
Korban meninggal di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dilaporkan paling banyak mencapai 86 orang.
Berdasarkan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat WIB diketahui sebanyak 770 orang.
Ratusan korban tersebut tersebar di Aceh sebanyak 277 orang dan Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 194 orang.
Pengakuan Raja Juli
Namun, Raja Juli Antoni mengakui, 12 perusahaan terindikasi melanggar hingga mengakibatkan kerusakan lingkungan.
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu beralasan proses penegakan hukum atas dugaan pelanggaran masih dilakukan, sehingga identitas 12 perusahaan tersebut belum dapat diungkap secara gamblang ke publik.
“Oh, saya belum bisa sebutkan. Karena ini masih proses hukum ya,” ujar Raja Juli di Gedung DPR RI, Kamis (4/12/2025).
Raja Juli juga belum berkomentar lebih lanjut soal proses penindakan yang sudah dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.
Dia hanya menegaskan bahwa saat ini Kemenhut telah menemukan indikasi dugaan pelanggaran untuk ditindaklanjuti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Batang-batang-kayu-ini-terbawa-arus-dari-perbukitan-dan-menimpa-permukiman.jpg)