Banjir dan Longsor di Sumut

Kapolri Bongkar Hasil Investigasi Kayu Gelondongan Bekas Gergaji Mesin di Lokasi Banjir,8 Perusahaan

Kayu gelondongan diduga hasil pembalakan sejum;lah perusahaan disinyalir ikut memperparah bencana banjir dan tanah longsor.

Editor: Salomo Tarigan
DOK Tribunnews
KAPOLRI - Kapolri Listyo Sigit Prabowo 

Ringkasan Berita:Kasus Kayu Gelondongan di Lokasi Banjir Sumut
 
  • Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo buka-bukaan hasil investigasi
  • Dipastikan kayu gelondongan hasil potongan gergaji mesin
  • Kayu gelondongan diduga hasil pembalakan liar disinyalir ikut memperparah bencana banjir dan tanah longsor.
  • 8 Perusahaan diduga terlibat pembatan hutan, memperparah banjir
  • Kayu gelondongan berdampak terhadap kerusakan dan terjadinya beberapa jembatan, beberapa rumah, dan juga korban jiwa

 

 

TRIBUN-MEDAN.com - Temuan banyaknya kayu gelondongan di lokasi banjir bandang Batangtoru, Sumut jadi pembahasan serius.

 Kayu gelondongan diduga hasil pembalakan liar disinyalir ikut memperparah bencana banjir dan tanah longsor.

 Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan pertemuan untuk membahas kayu gelondongan tersebut. 


Hal itu disampaikan di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025).

KAYU GELONDONGAN - Warga mengamati sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Sampah kayu gelondongan tersebut menumpuk di pemukiman warga dan sungai pasca banjir bandang pada Selasa (25/11/2025).
KAYU GELONDONGAN - Warga mengamati sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Sampah kayu gelondongan tersebut menumpuk di pemukiman warga dan sungai pasca banjir bandang pada Selasa (25/11/2025). (Tribunnews.com/TANGAKAPAN LAYAR KOMPAS.COM/ANTARA FOTO/YUDI MANAR)


Jenderal Sigit menuturkan sudah melakukan investigasi sementara terhadap potongan kayu.


"Jadi yang jelas dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu kita dapati ada beberapa terdapat bekas potongan dari chainsaw (gergaji mesin), itu yang akan kita dalami," ujarnya.


Pihaknya bersama dengan Kemenhut dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) bakal bersama-sama mengusut gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang. 


Tim akan bergerak cepat dari hulu ke hilir dalam melakukan penyelidikan.


Kapolri menyampaikan dugaan pelanggaran dari bencana banjir bandang di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh masih akan terus didalami.


Menurutnya dalam sesegera mungkin akan disampaikan perkembangannya.


"Tentunya kami menyambut baik dan akan melakukan kerja sama dengan Menhut dan tim untuk membentuk satgas gabungan untuk melakukan penyelidikan terkait dengan temuan-temuan kayu, yang diduga juga ini berdampak terhadap kerusakan dan terjadinya beberapa jembatan, beberapa rumah, dan juga korban jiwa," tuturnya.


Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan hutan-hutan yang gundul akan dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya.


Sejauh ini wilayah-wilayah yang terdampak bencana dan hutan gundul telah diidentifikasi menggunakan drone teknologi alat identifikasi kayu otomatis (AIKO).  

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved