Breaking News

Berita Viral

Viral Warga Ramai-ramai Pungut Beras dari Tanah yang Distribusikan dari Helikopter di Taput

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga memunguti butiran beras yang tercampur tanah menjadi viral di media sosial.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Fb Sumatera_talk
Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga memunguti butiran beras yang tercampur tanah menjadi viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan kondisi bantuan logistik berupa beras yang dilempar dari helikopter kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. (Fb Sumatera_talk) 

Bantuan Bencana Disalurkan dari Helikopter:

Ringkasan Berita:
  • Bantuan beras dan mie instan tampak berserakan di tanah.
  • Warga ramai-ramai pungut beras dari tanah.
  • Bantuan disalurkan melalui helikopter karena akses ke wilayah terdampak tertutup akibat longsor.
  • Ketua Harian Posko Darurat Bencana Provinsi Sumut memberikan penjelasan terkait kejadian ini.

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga memunguti butiran beras yang tercampur tanah menjadi viral di media sosial.

Video tersebut menunjukkan kondisi bantuan logistik berupa beras yang dilempar dari helikopter kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Dalam video, terlihat helikopter menjatuhkan beras dan mie instan kepada korban banjir dan longsor.

Namun, saat bantuan dijatuhkan, banyak kemasan beras yang rusak sehingga beras berceceran di tanah.

Warga pun beramai-ramai memungut beras yang bercampur tanah dengan menggunakan bajunya sebagai wadah.

Bantuan yang disalurkan melalui helikopter ini dilakukan karena akses ke wilayah terdampak tertutup akibat longsor.

Namun, metode penyaluran ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga karena bantuan yang diterima tidak merata dan banyak yang rusak.

Ketua Harian Posko Darurat Bencana Provinsi Sumatera Utara, Basarin Yunus, memberikan penjelasan terkait kejadian ini.

Ia menyatakan bahwa pengiriman bantuan melalui helikopter merupakan langkah darurat karena akses darat tidak dapat dilalui.

Namun, tidak semua lokasi memiliki helipad yang memadai, sehingga bantuan terpaksa dijatuhkan dari udara.

"Tidak semua daerah atau desa memiliki helipad (tempat landasan helikopter), sehingga salah satu cara untuk mendistribusikan bahan pangan adalah dengan menjatuhkannya dari helikopter dengan harapan masyarakat dapat mengaksesnya setelah sampai di permukaan tanah," jelas Basarin.

warga memunguti butiran beras yang tercampur tanah
Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga memunguti butiran beras yang tercampur tanah menjadi viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan kondisi bantuan logistik berupa beras yang dilempar dari helikopter kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. (Fb Sumatera_talk)

Meski demikian, Basarin berjanji akan melakukan perbaikan dalam proses pengiriman bantuan dari udara agar bantuan yang diterima tidak rusak di masa mendatang.

Ia juga meminta masyarakat untuk memahami kondisi darurat yang sedang dihadapi.

"Meskipun ada beberapa bantuan yang rusak, kami akan memperbaikinya ke depan agar bisa digunakan,"ujarnya.

"Kami berharap masyarakat memahami situasi darurat ini. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat dapat mengakses bantuan tersebut sehingga kekhawatiran dapat diminimalisir," tambahnya.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dan pihak terkait dalam mengelola distribusi bantuan bencana, terutama di daerah-daerah dengan akses sulit.

Perbaikan prosedur dan sarana pendukung seperti helipad sangat diperlukan agar bantuan dapat disalurkan dengan lebih efektif dan tepat sasaran.

Dengan adanya evaluasi dan perbaikan, diharapkan penyaluran bantuan bencana ke depan dapat berjalan lebih tertib dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak.

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved