Berita Viral

KEJAMNYA Wilson Penyalur LC di Batam, Lakban Putri tanpa Busana, Hidung Dimasukkan Air Hingga Tewas

Puji, keluarga mantan LC yang pernah berada di tempat yang sama, menegaskan kekerasan di lokasi itu bukan rahasia lagi.

TribunBatam.id/Eko Setiawan
IBU MUDA TEWAS - Potret Dwi Putri Aprilian Dini (25) semasa hidup (kiri) dan empat pelaku pembunuhan di Batam hingga merenggut nyawa Putri (25) saat ungkap kasus di Mapolsek Batuampar, Senin (1/12/2025) (kanan). Putri tewas usai dipaksa jadi LC 

TRIBUN-MEDAN.com - Kejamnya Wilson, penyalur Lady Companion (LC) di Batam dibongkar.

Ia diduga menjadi pelaku penyiksaan utama yang menyebabkan seorang ibu muda tewas. 

Wanita bernama Dwi Putri Aprilian Dini (25) itu awalnya mendapatkan tawaran kerja.

Ia tak tahu dirinya akan dijadikan LC.

Baca juga: SIAPA Wanita Berambut Biru di Pemakaman Gary Iskak? Bikin Emosi Anak, Sibuk Live Dorong Keluarga

Saat menolak minum alkohol, Putri disiksa.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, S.I.K melalui  Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah, S.I.K., M.Si mengungkap jika tempat kerja yang dikelola Wilson, tedapat semacam tradisi janggal yang dilakukan Wilson dan rekannya ketika menerima anggota baru.

Putri awalnya mengikuti apa yang diminta oleh Wilson.

Ketika itu, ibu satu anak itu diberikan minuman beralkohol. 

Baca juga: Pemko Siantar Minta Masyarakat tak Panic Buying soal BBM hingga Kebutuhan Sembako di Pasar

Karena menolak, ia pun berteriak seperti orang yang kehilangan kesadaran.
 
"Di sini kekasih pelaku kemudian membuat video yang dia rekayasa. Di sana seolah korban mencekik pelaku secara sadis. Padahal itu video rekayasa namun Wilson percaya," sebut Amru, Senin (1/12/2025).

Wilson yang marah dengan korban kemudian meminta kepada dua tersangka lain, Papi Carles dan Papi tama untuk mengikat dan melakban mulut dan tubuh korban.

Penyiksaan tidak sampai di sana saja.

Baca juga: Jalur Lintasan Rusak, 20 Perjalanan KA Srilelawangsa Medan- Binjai Dibatalkan

Pelaku menyuruh kedua kordinatornya untuk melepas pakaian korban. 

Dalam kondisi tanpa busana korban disiksa sedemikian rupa. 

Perutnya di tendang, dipukul hingga bagian tubuhnya dilakban.

Selain itu, hidung korban juga dimasukan air dengan menggunakan selang. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved