Polemik di PBNU
PBNU Disebut Retak Oleh Ulil Abshar Abdalla, Beda Pandangan Urusan Tambang, Buat Malu Organisasi
Ulil Abshar menyebut keretakan hubungan keduanya disebabkan karena perbedaan pendapat soal pengelolan tambang yang diberikan kepada PBNU.
Ringkasan Berita:- Ulil Abshar Abdalla berani mengungkap keretakan hubungan antara Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dengan Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.- Ulil Abshar menyebut hubungan keduanya lantaran perbedaan pendapat soal pengelolaan tambang- Keretakan itu berawal dari adanya pihak lain yang ingin membantu PBNU dalam mengelola tambang.
TRIBUN-MEDAN.com - Ulil Abshar Abdalla, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakspesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berani mengungkap keretakan hubungan antara Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dengan Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Perkara pengelolaan tambang yang diberikan PBNU, hubungan keduanya retak. Kata Ulil Abshar menyebut hubungan keduanya lantaran perbedaan pendapat.
PBNU saat ini memiliki konsesi tambang dari pemerintah yang berasal dari penciutan lahan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang bergerak di bidang pertambangan batu bara.
PBNU memperoleh izin usaha pertambangan (IUP) dari pemerintah dan akan mengelola 26.000 hektare lahan.
Baca juga: Wanita Tanpa Identitas Dorong Satpam Nyaris Tertabrak KRL, Setelah Itu Ketawa-tawa, Kini Diamankan
Namun, ini lah awal keretakan antara Gus Yahya dan Gus Ipul.
Gus Ulil mengakui diberikannya izin konsesi tambang ke PBNU justru menjadi masalah bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Dia mengungkapkan hal tersebut pernah disampaikannya ke Gus Yahya.
"Jadi memang masalah tambang ini, buat saya, mengganggu sekali. Saya pernah bilang ke Gus Yahya 'udahlah kembaliin aja (tambang) daripada bikin ribut'," katanya.
Baca juga: SOSOK Dedi Tinggal di Bekas Bengkel Reyot, Lumpuh dan Diceraikan Istri, Makan dari Bantuan Warga
Menurutnya, kerenggangan antara dua petinggi PBNU ini karena permasalahan tambang membuat malu organisasi.
Dikatakan Gus Ulil, keretakan itu berawal dari adanya pihak lain yang ingin membantu PBNU dalam mengelola tambang.
Dia mengungkapkan ada perbedaan keinginan terkait pihak yang akan membantu PBNU tersebut.
"Ya kira-kira begitu (keretakan Gus Yahya dan Gus Ipul soal perbedaan keinginan terkait pihak yang membantu PBNU mengelola tambang)," katanya dikutip dari program Gaspol di YouTube Kompas.com, Jumat (28/11/2025).
Baca juga: DAFTAR Rincian Korban Meninggal Dunia di 17 Kabupaten dan Kota di Sumut akibat Banjir dan Longsor
Gus Ulil mengatakan pada perjalanannya, ada perubahan investor yang akan membantu PBNU dalam mengelola tambang pemberian pemerintah.
Terkait investor, dia menyebut Gus Yahya menyerahkan keputusan tersebut kepada pihak pemerintah.
| Pengembangan Gambir di Kabupaten Pakpak Bharat |
|
|---|
| Seleksi Paskibraka Pakpak Bharat 2026 – Membentuk Generasi Berkarakter Pancasila |
|
|---|
| VIRAL Siswa Ramai-ramai Kembalikan MBG, Berujung SPPG Desa Citeureup Dihentikan Sementara |
|
|---|
| Hadir Jadi Saksi Sidang Korupsi DJKA di PN Medan, Ini Kata Ketua Demokrat Sumut Lokot Nasution |
|
|---|
| SELAMAT Dari Longsor Sembahe, Surya Ginting Kehilangan Rumah dan Saudara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gus-ulil-PBNU.jpg)