Berita Nasional

Bahlil Jawab Singkat soal Tudingan Tambang dan PLTA Penyebab Banjir Sumatra-Aceh

Bahlil mengatakan pihaknya akan menelusuri informasi yang disampaikan aktivis dari Greenpeace Indonesia dan Walhi tersebut

ARSIP Tribunnews.com/ Taufik Ismail
KETUM GOLKAR BAHLIL - Menteri Investasi yang juga Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons singkat soal tudingan sejumlah aktivis lingkungan yang menyebut aktivitas tambang, pembangunan PLTA, serta kerusakan hutan sebagai faktor pemicu banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra.

Pihaknya akan menelusuri informasi yang disampaikan aktivis dari Greenpeace Indonesia dan Walhi tersebut, yang menilai bahwa bencana yang menewaskan sedikitnya 164 orang ini, bukan semata akibat cuaca ekstrem.

“Nanti kita cek ya,” ujar Bahlil di sela talkshow Aksi Nyata untuk Bumi Lestari di Kantor DPP Partai Golkar, Jumat (28/11/2025) dilansir bloombergtechnoz.com.

Baca juga: UNGGAHAN Terakhir Aktor Gary Iskak Sebelum Tewas Kecelakaan, Baru Selesai Syuting Film Horor

Bahlil menegaskan, bahwa Kementerian ESDM berkomitmen memperketat praktik pertambangan agar makin ramah lingkungan.

“Saya khususnya di sektor pertambangan akan melakukan langkah-langkah terukur untuk menjaga pengelolaan tambang yang ramah lingkungan,” ucapnya.

Selain menangani isu lingkungan, Bahlil menjelaskan upaya Kementerian ESDM memulihkan aliran listrik di wilayah yang terdampak banjir.

Ia menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN untuk mengirimkan sejumlah tower listrik ke daerah yang mengalami kerusakan jaringan.

Baca juga: NASIB Pilu Brigadir Tri Irwansyah Tewas Terjebak Banjir Bandang Sumbar, Rekan Masih dalam Pencarian

“Sebagian tower sudah kita kirim pakai Hercules, dan subuh tadi sebagian sudah masuk,” kata Bahlil.

Namun tim di lapangan masih menghadapi kendala besar akibat akses jalan yang terputus.

“Langkah pertama yang kita lakukan adalah percepatan agar aliran listrik bisa kembali menyala,” ujarnya.

Greenpeace: Banjir Sumatra Bukan Sekadar Cuaca Buruk

Sebelumnya, Greenpeace Indonesia menilai banjir besar yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat merupakan bencana hidrometeorologi yang diperparah oleh kerusakan lingkungan akibat ulah manusia.

Baca juga: Gubernur Sumut Tiba di Tapteng, Jalan Menuju Pengungsian dan Kantor Bupati Dipenuhi Lumpur

Juru Kampanye Greenpeace, Rio Rompas, menegaskan curah hujan tinggi hanya menjadi salah satu faktor, sementara penyebab utama adalah kerusakan ekosistem hutan.

“Wilayah-wilayah hutannya sudah rusak, sehingga tidak mampu lagi menahan air,” kata Rio.

Ia juga menyoroti kondisi topografi Sumatra yang curam, membuat aliran air lebih cepat dan banjir bandang lebih mudah terjadi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved