Berita Viral

JOKOWI Cuma Lempar Senyum Soal Utang Kereta Cepat Rp116 Triliun, Dulu Paling Ngotot Bangun

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) cuma lempar senyum soal uang kereta cepat Rp116 triliun padahal dulu paling ngotot bangun meskipun sudah diwant

Tayang:
TRIBUNJATENG/WORO SETO
JOKOWI - Foto arsip Presiden ke-7 RI Jokowi menanggapi berbagai hal yang menyangkut dirinya di depan awak media, Kamis (31/7/2025) lalu. Terkini Jokowi cuma lempar senyum soal uang kereta cepat Rp116 triliun. 

TRIBUN-MEDAN.COM  - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) cuma lempar senyum soal utang kereta cepat Rp116 triliun.

Adapun Jokowi hanya tersenyum saat ditanya soal utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh.

Dimana baru-baru ini utang proyek Whoosh kembali jadi sorotan setelah Menkeu Purbaya ogah bayar utang tersebut.

Terkini respons Jokowi ketika ditanya soal Whoosh pun jadi sorotan.

Dimana dulu Jokowi lah yang paling ngotot membangun proyek Whoosh padahal sudah diwanti-wanti.

Terkini saat ditanya mengenai Whoosh, mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hanya tersenyum.

Kala Jokowi menghadiri rapat senat terbuka Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (17/10/2025), momen ini terjadi.

Ayah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ini sempat menemui sejumlah tamu dan awak media dalam kesempatan itu.

Selanjutnya, ada wartawan yang bertanya tentang proyek kereta cepat tersebut.

"Pak, terkait Whoosh sekarang tidak pakai APBN itu tanggapannya gimana, Pak?" tanya salah seorang wartawan kepada Jokowi, dikutip dari tayangan yang diunggah di kanal YouTube Official iNews, Jumat.

"Hmmm?" jawab Jokowi, yang selanjutnya hanya melempar senyum selama beberapa saat, seolah enggan menjawab.

Umum diketahui, 'hmmm' merupakan gumaman yang menyiratkan seseorang sedang berpikir, menimbang-nimbang sesuatu, merespons secara netral, atau cara halus untuk menunjukkan sikap skeptis.

Baca juga: KEPSEK Dini Fitria yang Tampar Murid Ketahuan Merokok Dapat Hadiah Umrah Gratis, Kasus Sudah Damai

Lalu, Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu membalikkan badannya, tak mengacuhkan pertanyaan wartawan mengenai kereta cepat yang kini menggendong utang senilai Rp116 triliun tersebut.

Dalam kesempatan lain saat berbincang dengan awak media, Jokowi sendiri mengaku dirinya mendapat undangan untuk menghadiri rapat senat terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM ini.

Ia berujar, undangan diantarkan langsung oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta.

"Sebulan yang lalu saya mendapatkan undangan diantar langsung oleh Pak Dekan dan jajaran dosen dari Fakultas Kehutanan ke rumah, undangan untuk datang di Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan," kata Jokowi usai acara, dikutip dari Kompas TV.

Adapun proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau KCJB yang dikenal juga dengan nama Whoosh, merupakan proyek infrastruktur strategis nasional yang dibangun pada era Jokowi

Proyek ini ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016.

Whoosh menjadi kebanggaan Jokowi, lantaran memiliki kecepatan 350 kilometer per jam sekaligus menjadi kereta cepat pertama di Indonesia maupun di Asia Tenggara.

Nama Whoosh sendiri terinspirasi dari suara yang melesat dari kereta berkecepatan tinggi tersebut.

Selain itu, nama tersebut merupakan singkatan dari Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat.

Pengelola proyek Whoosh adalah PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang merupakan perusahaan patungan antara konsorsium Indonesia (PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia/PSBI) dengan 60 persen saham dan konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co Ltd (40 persen saham).

Baca juga: Andre Taulany Siap Beri Nafkah Rp1 M Bila Cerai, Kini Erin Ancam Lapor dan Bongkar Pengkhianatan

Adapun PSBI sendiri dipimpin oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan porsi saham 58,53 persen, diikuti Wijaya Karya (33,36 persen), PT Jasa Marga (7,08 persen), dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII (1,03 persen).

Sementara, komposisi pemegang saham Beijing Yawan HSR Co. Ltd terdiri atas CREC 42,88 persen, Sinohydro 30 persen, CRRC 12 persen, CRSC 10,12 persen, dan CRIC 5 persen.

Whoosh pun diresmikan oleh Jokowi pada 2 Oktober 2023 di Stasiun Halim, Jakarta.

Menurut Jokowi, kereta cepat ini menandai modernisasi transportasi massal yang efisien, ramah lingkungan dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya termasuk terintegrasi dengan TOD (Transit Oriented Development). 

Disisi lain sebelumnya, Menteri Keuangan RI (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menolak usulan pembayaran utang Whoosh dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat menanggapi opsi yang disampaikan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria terkait pembayaran utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) oleh pemerintah.

Menurut Purbaya, proyek Whoosh tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mana saat ini sudah berada di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Danantara sendiri, kata Purbaya, sudah punya manajemen dan dividen sendiri.

"Yang jelas sekarang saya belum dihubungi tentang masalah itu, tapi KCIC di bawah Danantara kan, kalau di bawah Danantara kan mereka sudah punya manajemen sendiri, punya dividen sendiri," ujar Purbaya saat Media Gathering di Bogor, Jumat (10/10/2025).

Purbaya juga mengungkap, Danantara sudah dapat mengantongi sebesar Rp80 triliun dari dividen dalam satu tahun. 

Sehingga, kata dia, seharusnya utang Whoosh bisa teratasi tanpa harus pembiayaan dari pemerintah.

"Jangan kita lagi, karena kan kalau enggak ya semua kita lagi termasuk dividennya. Jadi, ini kan mau dipisahin swasta sama government," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

 

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved