Berita Viral

Tanggapan Tegas Luhut Panjaitan Ribut-ribut Pembayaran Utang Whoosh 116 T, Siapa yang Minta APBN

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara terkait Kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh

|
Editor: Salomo Tarigan
Kolase istimewa/tribun-medan.com
PROYEK KERETA CEPAT - Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh diuji coba pada Kamis (22/6/2023). Saat menjabat Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan turut mengikuti uji coba Whoosh 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara terkait Kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh yang kini jadi sorotan.

Seperti diketahui perbincangan hingga perdebatan terkait Whoosh juga sempat muncul era pemerintahan Presiden Jokowi.

Proyek Kereta Cepat dari China yang digagas Jokowi kala itu sempat dipermasalahkan soal balik modal.

Akan tetapi, Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tetap berjalan hingga resmi diluncurkan Presiden RI Ke7 tersebut  pada 2 Oktober 2023 lalu.

KERETA CEPAT - Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang resmi diluncurkan Presiden RI Ke7 Jokowi  pada 2 Oktober 2023 lalu. kereta cepat beroperasi, ternyata masalah belum selesai. Proyek ini justru menghadapi persoalan baru.  Kerugian terus membengkak menjadi beban keuangan.
KERETA CEPAT - Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang resmi diluncurkan Presiden RI Ke7 Jokowi pada 2 Oktober 2023 lalu. kereta cepat beroperasi, ternyata masalah belum selesai. Proyek ini justru menghadapi persoalan baru.  Kerugian terus membengkak menjadi beban keuangan. (KOLASE/TRIBUN MEDAN)

Kereta Cepat kini jadi perbincangan publik lagi.

Apalagi beban utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) tersebut mencapai Rp 116 triliun.

Sejak kereta cepat Whoosh beroperasi, negara telah rugi hingga Rp1,6 triliun pada semester I 2025.

Danantara, sebagai superholding BUMN, disebut tengah mencari cara meringankan pembiayaan proyek tersebut, termasuk kemungkinan meminta dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak wacana itu. 

Whoosh memiliki kecepatan luar biasa, yakni hingga 350 km per jam.


Layanan kereta api berkecepatan tinggi ini dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China, yang 60 persen sahamnya dipegang oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, sementara sisanya dipegang oleh China Railway International Co. Ltd. melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd. 

Trase layanan ini adalah fase pertama dari serangkaian jalur di sistem kereta api berkecepatan tinggi di Pulau Jawa.

Pada awal proyek Whoosh ini, banyak yang menolak, karena diprediksi bakal rugi besar. 

 

Baca juga: Daftar Nama Pejabat Sumut Penerima Uang Haram Proyek Korupsi Jalan, Hakim Buka-bukaan Puluhan Orang

Namun, Jokowi saat itu tetap ngotot proyek ini dilanjutkan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved