Berita Viral
Tanggapan Tegas Luhut Panjaitan Ribut-ribut Pembayaran Utang Whoosh 116 T, Siapa yang Minta APBN
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara terkait Kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh
TRIBUN-MEDAN.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara terkait Kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh yang kini jadi sorotan.
Seperti diketahui perbincangan hingga perdebatan terkait Whoosh juga sempat muncul era pemerintahan Presiden Jokowi.
Proyek Kereta Cepat dari China yang digagas Jokowi kala itu sempat dipermasalahkan soal balik modal.
Akan tetapi, Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tetap berjalan hingga resmi diluncurkan Presiden RI Ke7 tersebut pada 2 Oktober 2023 lalu.
Kereta Cepat kini jadi perbincangan publik lagi.
Apalagi beban utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) tersebut mencapai Rp 116 triliun.
Sejak kereta cepat Whoosh beroperasi, negara telah rugi hingga Rp1,6 triliun pada semester I 2025.
Danantara, sebagai superholding BUMN, disebut tengah mencari cara meringankan pembiayaan proyek tersebut, termasuk kemungkinan meminta dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak wacana itu.
Whoosh memiliki kecepatan luar biasa, yakni hingga 350 km per jam.
Layanan kereta api berkecepatan tinggi ini dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China, yang 60 persen sahamnya dipegang oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, sementara sisanya dipegang oleh China Railway International Co. Ltd. melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Trase layanan ini adalah fase pertama dari serangkaian jalur di sistem kereta api berkecepatan tinggi di Pulau Jawa.
Pada awal proyek Whoosh ini, banyak yang menolak, karena diprediksi bakal rugi besar.
Baca juga: Daftar Nama Pejabat Sumut Penerima Uang Haram Proyek Korupsi Jalan, Hakim Buka-bukaan Puluhan Orang
Namun, Jokowi saat itu tetap ngotot proyek ini dilanjutkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Luhut-Uji-Coba-Kereta-Cepat-Jakarta-Bandung.jpg)