KKB Papua

KRONOLOGI Penyerangan KKB Pimpinan Elkius Kobak di Dua Lokasi Papua: 6 Warga Sipil Tewas Dibantai

Dalam dua hari penuh ketegangan atas ulah KKB Papua atau OPM, nyawa warga sipil melayang, rumah dibakar, dan rasa aman masyarakat terkoyak.

Editor: AbdiTumanggor
istimewa
TEROR KKB DI PEDALAMAN PAPUA: Kronologi penyerangan oleh KKB pimpinan Elkius Kobak di dua lokasi, yaitu Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Tengah dan di Distrik Kolf Braza, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Dalam penyerangan terbaru ini setidaknya 6 warga sipil tewas dibantai pada Minggu, 21 September 2025 dan Minggu 22 September 2025. (Istimewa) 

Kronologi penyerangan oleh KKB pimpinan Elkius Kobak di dua lokasi, yaitu Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Tengah dan di Distrik Kolf Braza, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Dalam penyerangan terbaru ini setidaknya 6 warga sipil tewas dibantai.

TRIBUN-MEDAN.COM - Papua kembali berduka. Serangkaian serangan brutal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengguncang Distrik Kolf Braza di Kabupaten Asmat dan Distrik Seradala di Kabupaten Yahukimo. Dalam dua hari penuh ketegangan, nyawa warga sipil melayang, rumah dibakar, dan rasa aman masyarakat terkoyak.

Pada Minggu, 21 September 2025, KKB yang diduga berasal dari Kodap XVI Yahukimo pimpinan Elkius Kobak menyerang warga sipil di Distrik Kolf Braza.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, membenarkan insiden tersebut.

Tak hanya menembak warga, para pelaku juga membakar rumah hingga rata dengan tanah. “Kami masih terus mengumpulkan data lengkap terkait kejadian ini,” ujar Faizal, mengingat medan yang sulit dan komunikasi yang terbatas.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, menyebutkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh enam orang bersenjata, salah satunya membawa senapan laras panjang dengan teleskop.

“Negara tidak akan kalah dengan aksi kejahatan bersenjata. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Namun, tragedi penyerangan KKB/OPM ini tak berhenti di Asmat. 

Di Distrik Seradala, Yahukimo, lima penambang tewas dalam serangan yang berlangsung dari Minggu, 21 September 2025, malam hingga Senin, 22 September 2025, pagi.

Kampung Bingki dan Camp Kali Kulum menjadi saksi bisu kekejaman KKB. Para korban diserang dengan senjata tajam dan senjata api. Evakuasi sempat tertunda akibat cuaca buruk dan kontak tembak yang terus berlangsung.

Kondisi geografis yang ekstrem membuat aparat kesulitan menjangkau lokasi.

“Kami mendapat informasi bahwa ada tiga jenazah lagi, namun belum bisa mencapai TKP karena sempat terjadi kontak tembak,” kata Faizal. Arus sungai yang deras dan hujan lebat menambah tantangan evakuasi.

Anggota KKB bersembunyi di semak-semak dan melakukan penembakan terhadap warga sipil.(FB Than M).
Anggota KKB bersembunyi di semak-semak dan melakukan penembakan terhadap warga sipil.(FB Than M). (FB)

Data Polda Papua mencatat, sepanjang semester I 2025, sebanyak 43 orang tewas akibat serangan KKB, termasuk anggota Polri dan TNI. Selain itu, 47 orang mengalami luka-luka.

Operasi Damai Cartenz berhasil menyita 26 senjata api, ribuan amunisi, dan menangkap tokoh penting seperti Aske Mabel, mantan anggota Polri yang memimpin Kodap Baliem Timur Yali.

Distrik Seradala dan Kolf Braza kini berada dalam pengawasan ketat aparat keamanan.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved