Berita Viral

PEMICU Awal Ucapan Wali Kota Arlan Copot Kepsek SMP 1, Kronologi Anak Perempuannya Latihan Marching

Terungkap pemicu awal Wali Kota Prabumulih Arlan hingga minta copot Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Prabumulih Roni Ardiansyah.

Editor: Salomo Tarigan
Istimewa
WALI KOTA MINTA MAAF - Wali Kota Prabumulih H Arlan menyampaikan permintaan maaf terkait pencopotan Kepsek SMP 1 Roni Ardiansyah Selasa (16/9/2025). Arlan didampingi Wakil Walikota Franky Nasril SKom MSi, jajaran pejabat lainnya Kota Prabumulih, 

TRIBUN-MEDAN.com -  Setelah ramai jadi perbincangan di media sosial.

Wali Kota Prabumulih Arlan akhirnya muncul memberi penjelasan.'

Terungkap pemicu awal Wali Kota Prabumulih Arlan hingga minta copot Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Prabumulih Roni Ardiansyah.

Semua diceritakan Arlan saat hadir di Kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2025).

Baca juga: Mencuatnya Isu Skandal Asmara Irjen Krishna Murti dengan Kompol A, Kompolnas Bicara, Kapolri Didesak

KEPSEK SMPN PRABUMULIH DICOPOT - Foto Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah dicopot (kiri) dan Wali Kota (kanan)
KEPSEK SMPN PRABUMULIH DICOPOT - Foto Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah dicopot (kiri) dan Wali Kota (kanan) (TribunSumsel.com)

Awal mula kata Arlan, saat anak perempuannya  tengah mengikuti latihan marching band di sekolah tepat di tanggal merah.


"Pada kejadian itu, Pak, itu di jam, bukan jam sekolah, di tanggal merah, tanggal 5 (September 2025). Anak-anak ini main latihan drum band, jaraknya 150 meter dari sekolahan ke tempat latihan," kata Arlan melansir siaran youtube Kompas TV.

Di tengah latihan, hujan turun dan anak Arlan yang menjadi rombongan drum band kembali ke sekolah. 

 Seorang guru disebut menelepon anak Arlan dan meminta kembali ke sekolah menggunakan mobil jemputan. 

  "Jadi, anak saya diantar sopir, Pak, bukan dibawa sendiri," kata Arlan lagi.

Kemudian, mobil dilarang masuk wilayah lapangan sekolah, sehingga menurut pengakuan Arlan, anaknya harus keluar mobil dan kena hujan untuk tiba di sekolah.

"Mau masuk, tidak boleh, langsung dia keluar (dari mobil). Begitu dia keluar, sudah selesai. Hujan-hujan, seluruh anak-anak itu basah semua, Pak. Selesai," kata dia.

Atas peristiwa itu, Arlan geram dan kemudian meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Prabumulih untuk mengingatkan Roni. 

 "Tolong kasih tahu ke Pak Kepala Sekolah, melalui Kepala Dinas Pendidikan, tolong ditegur, Pak Roni, jangan sampai terulang lagi, karier aku copot, cuman sebatas itu, Pak," ucap Arlan.

Namun, dia belakangan minta maaf dan mengaku salah atas perbuatannya itu.

Peringatan dari Kementerian Dalam Negeri

Kementerian Dalam Negeri melalui Inspektur Jenderal Kemendagri Sang Made Mahendra, juga telah memberikan peringatan tertulis atas kelakuan Arlan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved