Berita Nasional
Luhut dan Menkeu Purbaya Tak Tegur Sapa saat Sidang Kabinet, Masih Perang Dingin?
Menkeu Purbaya secara tegas membantah bahwa dirinya enggan berbicara dengan Luhut atau sedang bersitegang
TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan masih tak tegur sapa saat sidang kabinet, apa masih lanjut perang dingin?.
Isu ini mencuat setelah keduanya terlihat tidak saling menyapa saat menghadiri sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Negara beberapa waktu lalu.
Dalam momen tersebut, baik Purbaya maupun Luhut diketahui duduk berdekatan, namun tidak menunjukkan interaksi satu sama lain, yang memicu spekulasi adanya ketegangan di antara keduanya.
Posisi duduk keduanya berada di antara dua pejabat tinggi lainnya, yakni Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Prasetyo Hadi, yang juga hadir dalam sidang tersebut.
Baca juga: SOSOK Calista Amore Manurung, Calon Dokter Diduga Bully Kematian Timothy Diburu Warganet
Meski hanya berjarak beberapa kursi, publik menyoroti bahwa Luhut hanya terlihat berbincang dengan Prasetyo Hadi, tanpa ada percakapan dengan Purbaya yang duduk tak jauh darinya.
Spekulasi pun semakin menguat ketika tidak ada satu pun momen interaksi antara kedua tokoh ini yang tertangkap kamera, baik sebelum maupun sesudah sidang berlangsung.
Menanggapi pemberitaan tersebut, Menkeu Purbaya secara tegas membantah bahwa dirinya enggan berbicara dengan Luhut atau sedang bersitegang dengan mantan Jenderal TNI itu.
Ia menegaskan bahwa alasan dirinya tidak menyapa Luhut saat sidang berlangsung murni karena keterbatasan posisi duduk yang tidak memungkinkan untuk melakukan komunikasi secara langsung.
Baca juga: TAMPANG Ibu dan Anak Pengeroyok Tetangga dan Anak 6 Tahun Gegara Bungkus Jajan, Kini Dipenjara
“Kan jauh berapa kursi, masa (panggil) ‘Pak Luhut, Pak Luhut’,” ujar Purbaya, sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com pada Senin (20/10/2025), menjelaskan bahwa memanggil seseorang di forum formal seperti itu akan terasa kurang pantas.
Purbaya juga menekankan bahwa tidak ada permasalahan pribadi antara dirinya dan Luhut, dan hubungan keduanya tetap terjalin dengan baik di tengah dinamika pemerintahan.
Ia mengakui bahwa perbedaan pandangan mengenai penggunaan anggaran negara memang ada, namun hal itu merupakan hal yang biasa dalam dunia pemerintahan dan tidak perlu dibesar-besarkan.
“Tapi baik hubungan saya sama dia, nggak ada masalah,” tegas Purbaya, menutup spekulasi yang beredar dengan nada santai namun meyakinkan.
Baca juga: DAFTAR 15 Pemda yang Simpan Uang Terbanyak, Jakarta Teratas, Sumut Rp 3,1 Triliun, Menkeu Geram
Tolak Permintaan Luhut Terkait Pemakaian Uang Negara
Isu keretakan hubungan keduanya bermula lantaran Purbaya kerap menolak permintaan Luhut terkait pemakaian uang negara.
Pertama, Purbaya menolak permintaan membangun family office memakai anggaran APBN.
| Presiden Prabowo Siapkan Kejutan Tahun Depan, Sebut Indonesia Bangkit |
|
|---|
| Perusahaan Tambang Ketar-ketir, Prabowo Perintahkan Bahlil Basmi Tambang Ilegal, Abaikan Teman |
|
|---|
| Padahal Ditolak Purbaya, Alasan Kepala BGN Beli Motor Listrik MBG, Diskon dan Hemat Rp10 Juta/Unit |
|
|---|
| Menteri ESDM Bahlil Akui Stok Cadangan LPG Sempat di Level Krisis: Bikin Saya Pusing |
|
|---|
| Jawab Soal Isu Pemakzulan, Presiden Prabowo: Mekanismenya dengan Baik dan Damai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kolase-foto-Ketua-Dewan-Ekonomi-Nasional-Luhut-Binsar-dsa.jpg)