Berita Nasional

ROCKY Gerung Cemas Qodari Didapuk Kepala KSP Presiden, Muncul Persepsi Prabowo Lanjut 3 Periode

Rocky Gerung langsung menyoroti keputusan Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Qodari menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan RI (KSP).

Kolase Tribun Medan
KRITIK QODARI - Kepala KSP, Muhammad Qodari (kiri) dan pengamat Politik, Rocky Gerung. Pengamat politik sekaligus mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung, cemas setelah ditunjukkan Muhammad Qodari sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI, yang bisa memunculkan persepsi ada tiga periode lagi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pengamat politik sekaligus mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung, cemas setelah ditunjukkan Muhammad Qodari sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI, yang bisa memunculkan persepsi ada tiga periode lagi.

Rocky Gerung langsung menyoroti keputusan Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Qodari menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan RI (KSP).

Dalam reshuffle Kabinet Merah Putih Jilid III, M Qodari resmi dilantik menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2025). 

Qodari menggantikan Letjen (Purn) TNI AM Putranto, dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala KSP.

Pengangkatan M Qodari menjadi Kepala KSP ditanggapi oleh Rocky Gerung.

Apalagi, Qodari dikenal sebagai salah satu loyalis Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: HARTA Kekayaan Qodari Tembus Rp 261 Miliar, Kepala KSP yang Baru Ini Punya 176 Tanah dan Bangunan

BERI HORMAT- Muhammad Qodari memberi horman kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam momen pelantikan dirinya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
BERI HORMAT- Muhammad Qodari memberi horman kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam momen pelantikan dirinya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). (YouTube Sekretariat Presiden)

Menurut akademisi kelahiran Manado, Sulawesi Utara 20 Januari 1959 tersebut, M Qodari memiliki gagasan merusak demokrasi.

Demokrasi sendiri merupakan sistem pemerintahan di mana kekuasaan dipegang oleh rakyat, baik secara langsung maupun melalui perwakilan yang dipilih melalui pemilu, dengan prinsip utama yang meliputi kebebasan berpendapat, kesetaraan, dan partisipasi warga dalam pengambilan keputusan.

Rocky Gerung menyebut, gagasan M Qodari yang merusak demokrasi adalah ketika Direktur Eksekutif Indo Barometer itu menyiratkan dukungan agar Jokowi diperpanjang menjadi tiga periode.

M Qodari sebelumnya sempat menyuarakan ide wacana memasangkan Jokowi dan Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilihan Umum atau Pemilu 2024.

Alasannya, ia merasa optimis pasangan ini mampu menekan polarisasi di tengah masyarakat.

Baca juga: SETELAH Erick Thohir Dilantik Menjadi Menpora, Begini Nasib BUMN dan PSSI

Dengan ide tersebut, Qodari dinilai memiliki pola pikir konservatif yang ingin mempertahankan kekuasaan.

Rocky Gerung menilai, diangkatnya M Qodari menjadi Kepala KSP justru mengimplikasikan bahwa Prabowo tidak memahami tuntutan masyarakat untuk membersihkan kabinet dari pihak-pihak yang menentang demokrasi.

Hal ini disampaikan pendiri Tumbuh Institute tersebut dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube-nya, Rocky Gerung Official, Kamis (18/9/2025).

"Terutama yang disorot adalah kedudukan dari saudara Qodari yang tiba-tiba naik pangkat dan dijadikan sebagai orang kedua negara, kepala staf kantor presiden, dalam pengertian dia yang mengatur jadwal, dia yang mengkoordinir isu segala macam," papar Rocky.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved