Berita Medan
Wamenko Pangan di Rakernas APEKSI: Kota Harus Bangun Sistem Ketahanan Pangan yang Tangguh
Ia menggarisbawahi pergeseran demografi yang masif di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Wakil Menteri (Wamen) Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026.
Ia memaparkan visi besar mengenai transformasi ketahanan pangan perkotaan.
Ia menggarisbawahi pergeseran demografi yang masif di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
"Tantangan kota masa kini bukan lagi sekadar masalah penataan wilayah, melainkan pemenuhan logistik dasar masyarakatnya.
Sesuatu yang memang sangat prinsipil pada saat bicara tentang rakyat," ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Karena hampir 90 persen lebih itu penduduk Indonesia berdasarkan data BPS tinggal dan berdiam mencari rezeki di kota-kota.
"Kita memiliki 98 kota yang tentu merupakan simpul yang tidak sederhana untuk kemudian menjadikannya sumber tulang punggung pertama dalam pembangunan ketahanan pangan," tuturnya.
Ia menjelaskan, kompleksitas pengelolaan kota yang semakin tinggi menuntut para kepala daerah untuk menghentikan pola penanganan pangan yang bersifat parsial atau sekadar formalitas anggaran tahunan.
Kota harus segera membangun ekosistem ketahanan pangan yang tangguh, tanggap krisis, dan berbasis data akurat dari hulu hingga ke hilir.
"Tentu di tengah kompleksitas pengelolaan kota oleh Bapak Wali Kota dan Ibu Wali Kota, kita masih mengharap penuh kita segera mampu menyusun suatu sistem ketahanan pangan di kota masing-masing.
Selama ini pendekatan program dan proyek, mestinya sudah kita cukupi. Kita harus segera membangun sistem yang tangguh di dalam ketahanan pangan ini," tegasnya.
Ia juga menjelaskan, kerapuhan sistem pangan di perkotaan dinilai sangat rentan terhadap dinamika global maupun regional.
Gangguan kecil pada jalur distribusi atau rantai pasok dinilai dapat langsung memicu lonjakan inflasi dan mengancam stabilitas sosial masyarakat kota.
"Kompleksitas pangan juga tidak sederhana. Terganggunya satu alur pasok saja, seumpama hari ini konflik setahun rumus belum selesai, itu pengaruhnya juga cukup berat.
Sehingga membangun ketahanan pangan itu menjadi suatu kewajiban. Memperkuat ketahanan lokal itu menjadi keniscayaan," terangnya.
| RS Pirngadi Digeledah, Usut Dugaan Korupsi Dana Layanan Umum Rp 23,8 Milliar |
|
|---|
| Bank Sumut Hadirkan Pojok Sehat, Pensiunan Dapat Cek Gula Darah hingga Asam Urat Gratis |
|
|---|
| PT Medan Kuatkan Vonis 5 Bulan ASN Polri Kasus Pemalsuan Surat Tanah |
|
|---|
| Rico Waas Kenalkan Tradisi Melayu dan Nusantara saat Gala Dinner Rakernas APEKSI XVIII di Medan |
|
|---|
| Beraksi 7 Kali, Komplotan Begal Berpistol Dipimpin Kapten Berusia 28 Tahun, Ditangkap Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/RAKERNAS-Wakil-Menteri-Wamen-Koordinator-Bidang-Pangan-Hanif-Faisol-Nurofiq.jpg)