Rabu, 1 Juli 2026

Berita Medan

Wamenko Pangan di Rakernas APEKSI: Kota Harus Bangun Sistem Ketahanan Pangan yang Tangguh

Ia menggarisbawahi pergeseran demografi yang masif di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). 

Tayang:
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
RAKERNAS- Wakil Menteri (Wamen) Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota  Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026, Rabu (1/7/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Wakil Menteri (Wamen) Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota  Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026.

Ia memaparkan visi besar mengenai transformasi ketahanan pangan perkotaan.  

Ia menggarisbawahi pergeseran demografi yang masif di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). 

"Tantangan kota masa kini bukan lagi sekadar masalah penataan wilayah, melainkan pemenuhan logistik dasar masyarakatnya.

Sesuatu yang memang sangat prinsipil pada saat bicara tentang rakyat," ujarnya, Rabu (1/7/2026). 

Karena hampir 90 persen lebih itu penduduk Indonesia berdasarkan data BPS tinggal dan berdiam mencari rezeki di kota-kota. 

"Kita memiliki 98 kota yang tentu merupakan simpul yang tidak sederhana untuk kemudian menjadikannya sumber tulang punggung pertama dalam pembangunan ketahanan pangan," tuturnya.

Ia menjelaskan, kompleksitas pengelolaan kota yang semakin tinggi menuntut para kepala daerah untuk menghentikan pola penanganan pangan yang bersifat parsial atau sekadar formalitas anggaran tahunan. 

Kota harus segera membangun ekosistem ketahanan pangan yang tangguh, tanggap krisis, dan berbasis data akurat dari hulu hingga ke hilir.

"Tentu di tengah kompleksitas pengelolaan kota oleh Bapak Wali Kota dan Ibu Wali Kota, kita masih mengharap penuh kita segera mampu menyusun suatu sistem ketahanan pangan di kota masing-masing. 

Selama ini pendekatan program dan proyek, mestinya sudah kita cukupi. Kita harus segera membangun sistem yang tangguh di dalam ketahanan pangan ini," tegasnya.

Ia juga menjelaskan, kerapuhan sistem pangan di perkotaan dinilai sangat rentan terhadap dinamika global maupun regional. 

Gangguan kecil pada jalur distribusi atau rantai pasok dinilai dapat langsung memicu lonjakan inflasi dan mengancam stabilitas sosial masyarakat kota.

"Kompleksitas pangan juga tidak sederhana. Terganggunya satu alur pasok saja, seumpama hari ini konflik setahun rumus belum selesai, itu pengaruhnya juga cukup berat. 

Sehingga membangun ketahanan pangan itu menjadi suatu kewajiban. Memperkuat ketahanan lokal itu menjadi keniscayaan," terangnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 32 - Babak 32 Besar
Rabu, 1 Juli 2026 | 00:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 2
Norway
Norwegia
Round of 32 - Babak 32 Besar
Rabu, 1 Juli 2026 | 04:00 WIB
France
Prancis
3 - 0
Sweden
Swedia
Round of 32 - Babak 32 Besar
Rabu, 1 Juli 2026 | 08:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
Ecuador
Ekuador
Round of 32 - Babak 32 Besar
Rabu, 1 Juli 2026 | 23:00 WIB
England
Inggris
VS
DR Congo
RD Kongo
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved