Medan Terkini

Rico Waas Janji Pemko Tanggung Biaya Korban Begal,Kabar Baik Buat Satpam Tak Punya Uang Buat Operasi

Rico Waas menegaskan Pemko Medan telah menyiapkan anggaran khusus dalam bentuk bantuan biaya pengobatan dan perlindungan sosial darurat.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Wali Kota Medan Rico Waas diwawancarai soal JHT PPPK Paruh Waktu usai paripurna di gedung DPRD Medan. 

Diketahui, Guntur merupakan korban kejahatan begal atau percobaan perampokan.

Adik korban, Budi Kurniadi mengatakan, abangnya sudah keluar dari RS sejak Selasa malam.

"Abang saya sudah pulang hari Selasa malam karena memang gak punya uang untuk cabut peluru. Kemarin sempat tanya-tanya, biayanya sekitar Rp 50 juta. Itupun di rumah sakit lain, bukan di Pirngadi,"kata Budi, Kamis (21/5/2026).

Budi mengatakan abangnya saat ini belum bisa beraktivitas seperti biasa, apalagi bekerja.

Untuk biaya rumah sakit, ia mengatakan ditanggung pemerintah.

Namun untuk operasi, ia belum mengetahui bagaimana prosedur yang harus dilewati.

Sebab, pihak RS Pirngadi sempat mengatakan apabila mau operasi di RS swasta.

"Kalau kemarin kami gak bayar. Ditanggung pemerintah."

Sebelumnya, seorang pria bernama Guntur Sugoro (41) masih terbaring di atas ranjang rumah sakit.

Bertelanjang dada, memakai sarung motif kotak-kotak, tangan kirinya masih terpasang selang infus.

Bagian punggung, dekat ketiak kanan, perban berwarna putih masih melekat.

Sesekali, ia meringis kesakitan karena dibalik perban, diantara tulang rusuk masih bersarang peluru senapan angin.

Nafasnya pun terkadang terasa sesak, ditambah geraknya terbatas.

Guntur merupakan satpam salah dapur makan bergizi gratis (MBG) di Kota Medan.

Pada Senin 11 Mei kemarin, ia menjadi korban percobaan perampokan di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, sekira pukul 23:30 WIB.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved