Berita Medan

Berawal Curhat Mau Merantau Tak Punya Uang, Dua Sekawan di Medan Rampok 3 Penumpang Angkot

Tersangka Sony terpaksa dilumpuhkan karena usai ditangkap, dan proses pencarian barang bukti melawan, serta mencoba melarikan diri.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PERAMPOK DI MEDAN - Momen personel Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, dan Polres Pelabuhan Belawan menangkap dua pelaku perampokan penumpang dalam angkot di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, (30/4/2026). Satu tersangka ditembak karena melawan petugas. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, dan Polres Pelabuhan Belawan mengungkap kasus perampokan 3 penumpang angkutan kota (Angkot) Morina 81, yang terjadi 7 April lalu.

Dua pelaku bernama Erikson Napitupulu (44), warga Jalan P. Ternate Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan dan Sony Liston Siringgo-ringgo (35), warga Jalan Dusun IV Timur, ditangkap.

Keduanya ditangkap tim khusus MIT, secara terpisah, yakni tersangka Erikson ditangkap pada Sabtu 25 April 2026, di Desa Siboro, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir.

Sedangkan tersangka Liston Siringgo-ringgo, ditangkap pada 30 April, di sebuah perkebunan Dusun Muara Kilis, Desa Lubuk Madarsyah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Tersangka Sony terpaksa dilumpuhkan karena usai ditangkap, dan proses pencarian barang bukti melawan, serta mencoba melarikan diri.

Dalam perampokan 3 penumpang ini, dua tersangka berpura-pura tidak saling mengenal, padahal bersekongkol.

Tersangka Erikson Napitupulu berperan sebagai sopir, dan tersangka Sony berperan sebagai eksekutor.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengungkap diduga motif pelaku nekat merampok penumpang dalam angkot.

Perampokan diduga karena tersangka Sony hendak merantau, tapi tak punya uang.

Sebelum kejadian, Selasa 7 April, kedua pelaku bertemu di pangkalan Angkot Morina 81, sekira pukul 09:00 WIB.

Saat itu, tersangka Sony Liston Siringgo-ringgo mencurahkan isi hatinya kepada tersangka Erikson Napitupulu, kalau dirinya hendak merantau ke Jambi, tapi tak punya uang.

Disini, ia mengajak Erikson untuk bekerjasama merampok penumpang angkot, dengan peran Erikson sebagai sopir, dan Sony eksekutor.

Dalam skenarionya, Sony juga akan menodongkan parang ke leher Erikson seolah-olah menyanderanya.

Apabila berhasil, barang maupun uang hasil merampok akan dibagi dua.

Sekira pukul 10:00 WIB, mereka menjalankan skenarionya dari pangkalan dengan posisi Erikson sebagai sopir, Sony duduk di samping.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved